berita viral
Kisah di Balik Copotnya Dadan Hindayana Cs, Prabowo: Saya Sedih, tapi Harus Berpihak pada Rakyat
Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perombakan mendadak di tubuh BGN, mengaku sangat terpukul karena harus memberhentikan Kepala BGN
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perombakan mendadak di tubuh BGN, mengaku sangat terpukul karena harus memberhentikan Kepala BGN
- Ketiganya diketahui tengah terjerat kasus hukum dan ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi program MBG
- Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sedih karena harus mengganti orang-orang yang sebenarnya sangat ia sayangi dan percayai
TRIBUNSTYLE.COM - Di hadapan sekitar 12.000 penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memadati kawasan Sentul, Bogor, Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait perombakan mendadak di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan nada bicara yang mendalam, Prabowo tak menampik ada rasa gundah di hatinya saat harus mengambil keputusan besar tersebut.
Orang nomor satu di Indonesia ini mengaku sangat terpukul karena harus memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana, beserta dua Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya diketahui tengah terjerat kasus hukum dan ditahan oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi program MBG.
Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan ini teramat berat baginya. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sedih karena harus mengganti orang-orang yang sebenarnya sangat ia sayangi dan percayai untuk mengemban tugas negara yang begitu krusial.
Namun, di tengah kebimbangan tersebut, Prabowo teringat wejangan mendalam dari almarhum ayahnya, Profesor Sumitro Djojohadikusumo. Sang ayah pernah berpesan, jika suatu saat berada dalam keraguan, langkah yang harus diambil adalah selalu berpihak kepada rakyat. Pesan legendaris itulah yang menjadi kompas moral Prabowo dalam mengambil tindakan tegas.
Baca juga: Menelisik Gurita Aset Rp 60,5 Miliar Lodewyk Pusung, Mantan Wakil Kepala BGN Tersangka Korupsi MBG
Respons Cepat Panggil BPKP dan PPATK
Langkah tegas mencopot para pimpinan BGN ini bukan tanpa dasar. Prabowo mengaku telah mengendus adanya laporan miring mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga penyelewengan dalam pelaksanaan program makanan gratis tersebut.
Begitu laporan itu masuk ke mejanya, Presiden langsung bergerak cepat menggelar pertemuan darurat. Ia memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M. Yusuf Ateh serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana untuk menelusuri karut-marut tersebut.
Bagi Prabowo, program Makan Bergizi Gratis adalah pilar krusial masa depan bangsa. Berkaca dari negara-negara maju, pemenuhan gizi anak sekolah adalah instrumen utama untuk mengentaskan kemiskinan dan mencetak generasi penerus yang cerdas. Jika program ini sukses, dampaknya akan sangat masif bagi lompatan ekonomi Indonesia.
Karena nilai urgensinya yang sangat tinggi, Prabowo menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi kepemimpinan yang buruk. Ia mengingatkan bahwa wajah sebuah organisasi sangat bergantung pada komitmen pimpinannya. Jika pucuk pimpinannya tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur, maka organisasi tersebut pasti akan ikut rusak.
Baca juga: Tragis! Baru Semalam Dicopot Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Langsung Pakai Rompi Pink
Nakhoda Baru Badan Gizi Nasional
Sebelumnya, keputusan besar ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan. Prasetyo menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan hasil dari proses monitoring dan evaluasi ketat yang dilakukan langsung oleh Presiden selama 1,5 tahun terakhir terhadap kinerja BGN.
Sebagai langkah penyelamatan program, Presiden Prabowo resmi menunjuk Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang untuk naik kelas mengisi posisi Kepala BGN yang baru. Dalam menjalankan tugasnya ke depan, Nanik akan disokong oleh dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Meskipun menyisakan kesedihan mendalam secara personal, langkah berani ini menjadi sinyal kuat dari Istana bahwa program kerakyatan tidak boleh main-main, dan hukum harus tetap berjalan tegak tanpa intervensi.
(TribunStyle.com/Kompas.com)
Sumber: TribunStyle.com
| Tragis! Baru Semalam Dicopot Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Langsung Pakai Rompi Pink |
|
|---|
| Gue Sudah Warning Loh Ya! Teguran Keras Prabowo ke Mitra MBG Usai Pimpinan BGN Jadi Tersangka |
|
|---|
| Kini Ditahan Kejagung, Dadan Hindayana Sempat Spill Pengalaman Spiritual Berhaji: Entah Kenapa |
|
|---|
| Ibadah Haji Dadan Hindayana, Eks Kepala BGN Antre 12 Tahun, Pulang dari Tanah Suci Ditahan Kejagung |
|
|---|
| Ironi Dadan Hindayana, Dicopot Sebagai Kepala BGN Lanjut Ditahan Kejagung, Padahal Baru Pulang Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Prabowo-dan-Dadan.jpg)