Breaking News:

berita viral

Tepis Isu Anggaran Tergerus Program MBG, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Beberkan Bukti Nyata di Lapangan

Abdul Mu'ti, menepis kekhawatiran publik mengenai anggaran pendidikan yang disebut-sebut bakal tergerus oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Instagram @abe_mukti
MENTERI ABDUL MU'TI - Abdul Mu'ti, menepis kekhawatiran publik mengenai anggaran pendidikan yang disebut-sebut bakal tergerus oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
Ringkasan Berita:
  • Abdul Mu'ti, menepis kekhawatiran publik mengenai anggaran pendidikan yang disebut-sebut bakal tergerus oleh program Makan Bergizi Gratis
  • Dipatahkan dengan melihat masifnya proyek perbaikan serta revitalisasi fasilitas gedung sekolah yang sedang berjalan di berbagai wilayah tanah air
  • Langkah strategis di daerah 3T ini juga sejalan dengan peta jalan besar pemerintahan saat ini di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto

 

TRIBUNSTYLE.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menepis kekhawatiran publik mengenai anggaran pendidikan yang disebut-sebut bakal tergerus oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggapan tersebut keliru dan bisa dipatahkan dengan melihat masifnya proyek perbaikan serta revitalisasi fasilitas gedung sekolah yang sedang berjalan di berbagai wilayah tanah air.

"Jadi kalau ada yang bilang komitmen pendidikan itu dikurangi dengan MBG, itu bukan kenyataan yang kita lihat di lapangan. Justru komitmen Bapak Presiden tetap kuat untuk bagaimana pendidikan ini maju, MBG jalan terus, revitalisasi jalan terus, dan digitalisasi juga jalan terus," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

Saat ini, fokus utama kementerian tertuju pada pemerataan infrastruktur, khususnya pembangunan unit sekolah baru di kawasan Indonesia Timur serta wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Langkah ini diambil guna memangkas ketimpangan kualitas pendidikan yang selama ini terjadi antarwilayah.

"Kami berkomitmen untuk bagaimana kesenjangan pendidikan itu dapat kami atasi secara bertahap dengan prioritas pada daerah-daerah 3T. Sehingga karena itu, kalau ada usulan-usulan unit sekolah baru di Indonesia Timur atau daerah 3T yang lainnya, kami akan berikan prioritas untuk tahun 2026 ini," ujarnya.

Kebijakan afirmasi ini bukan tanpa alasan. Perbaikan fasilitas di wilayah pinggiran dirancang untuk menyokong program Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan mulai dari tingkat taman kanak-kanak. Langkah strategis di daerah 3T ini juga sejalan dengan peta jalan besar pemerintahan saat ini di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Pak Presiden memberikan arahan untuk ditambah 60.000. Kalau tambah 60.000 ini dapat kita realisasi, maka 2026 kami akan melakukan revitalisasi termasuk pendirian unit sekolah baru untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Baca juga: Polemik Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Gus Ipul Pasang Badan dan Siap Diaudit KPK

Jika dihitung secara akumulatif dengan program revitalisasi yang telah berjalan di tahun sebelumnya, pemerintah membidik target perbaikan hampir 100.000 unit sekolah dalam kurun waktu dua tahun. Masifnya pembangunan pemenuhan fasilitas fisik ini menjadi bukti kuat bahwa kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak mengorbankan sektor utama pendidikan lainnya.

Sebelumnya, lini masa kebijakan Kemendikdasmen untuk tahun 2026 memang memperlihatkan bahwa agenda revitalisasi akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan atau terdampak bencana alam, di samping pembenahan di kawasan 3T.

Abdul Mu'ti sempat menyampaikan bahwa program pembenahan ini adalah bagian integral dari kebijakan strategis nasional demi menciptakan akses pendidikan yang aman, berkualitas, dan merata untuk seluruh anak bangsa.

"Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
MBGAbdul Mu'tiMendikdasmenpendidikan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved