Breaking News:

berita viral

Profil Hamdan Juhannis, Rektor UIN Sekaligus Alumni Kanada, Imam Salat Iduladha 1447 H di Istiqlal

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menunjuk Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. sebagai imam salat Idul Adha di Istiqlal.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kahfi Dirga Cahya/KOMPAS.com
IMAM IDUL ADHA 2026 - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menunjuk Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. sebagai imam salat Idul Adha di Istiqlal. 
Ringkasan Berita:
  • Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menunjuk Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. sebagai imam salat Idul Adha di Istiqlal
  • Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., yang saat ini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar
  • Kapasitas intelektualnya dinilai mampu menjembatani pemikiran Islam tradisional dengan dinamika modernitas barat

 

TRIBUNSTYLE.COM - Landmark peribadatan terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal, tengah bersiap menyongsong jutaan jemaah yang akan memadati kawasan tersebut untuk menunaikan ibadah salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026 besok. Menyadari posisinya sebagai barometer utama wajah Islam di Indonesia, jajaran pengelola masjid negara ini tidak main-main dalam merancang seluruh rangkaian peribadatan. Untuk memimpin jalannya momen sakral tahunan ini, manajemen Istiqlal menjatuhkan pilihan pada perpaduan figur akademisi bereputasi global yang berakar dari kultur pesantren, serta seorang imam muda bertalenta.

Kepastian mengenai kesiapan seluruh sarana dan prasarana ibadah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Ia menjelaskan bahwa mandat sebagai khatib secara resmi diberikan kepada Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., yang saat ini mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Menjembatani Khazanah Tradisional dan Modernitas

Dipilihnya Hamdan Juhannis bukan tanpa alasan. Kapasitas intelektualnya dinilai mampu menjembatani pemikiran Islam tradisional dengan dinamika modernitas barat. Selain memiliki latar belakang yang kuat sebagai seorang kiai, ia merupakan lulusan dari McGill University, Montreal, Kanada sebuah institusi yang dikenal luas sebagai salah satu pusat studi Islam paling bergengsi di tingkat internasional.

"Beliau adalah alumni McGill University, Montreal, Kanada, dan juga seorang kiai. Pengalaman akademik dan keagamaannya yang kuat diharapkan mampu menghadirkan pesan Iduladha yang sejuk, mendalam, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat hari ini," ujar Nasaruddin Umar saat memberikan keterangan pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, tanggung jawab besar untuk memimpin salat Iduladha secara berjamaah diserahkan kepada Ustaz Ahmad Ashoruddin Ibrahim. Sosok muda dengan lantunan suara yang menggetarkan hati ini merupakan salah satu imam rawatib tetap di Istiqlal. Kemampuan qiraahnya yang matang ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat sebagai lulusan terbaik Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta, lembaga yang selama ini dikenal melahirkan para hafiz dan pakar Al-Qur'an terkemuka di tanah air.

Baca juga: RI-1 Masih di Prancis, Menag Berharap Prabowo Bisa Shalat Idul Adha di Istiqlal: Semoga Sudah Pulang

Suara Mimbar tentang Kurikulum Cinta dan Lingkungan

Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan Istiqlal pada perayaan kurban kali ini. Menjawab tantangan zaman, khotbah esok hari akan mengusung tema besar, “Meneguhkan Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Nasaruddin Umar menjabarkan bahwa tema tersebut merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan program strategis Kementerian Agama, khususnya yang berkaitan dengan gagasan ekoteologi (teologi lingkungan) serta internalisasi kurikulum cinta. Melalui tema ini, esensi ibadah kurban diarahkan agar tidak berhenti pada ritual penyembelihan hewan semata. Lebih dari itu, kurban didorong menjadi pemantik gerakan moral universal untuk menjaga ekosistem bumi dari ancaman krisis iklim global, sekaligus merekatkan tali persaudaraan kemanusiaan tanpa memandang sekat perbedaan.

Baca juga: Bisnis Sapi Kurban Irfan Hakim Melonjak Jelang Idul Adha, Langganan Maia Estianty hingga Raffi Ahmad

Panduan Penting untuk Jemaah: Hadir Lebih Awal

Mengingat potensi kepadatan saf yang diprediksi akan meluber hingga ke area luar dan halaman masjid, pihak panitia meminta masyarakat untuk mengantisipasi waktu kedatangan. Sedikit berbeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian protokol peribadatan akan dimulai tepat pukul 06.45 WIB.

Langkah memajukan waktu pelaksanaan salat ini sengaja diterapkan demi memberikan ruang gerak dan efisiensi waktu yang lebih lapang bagi panitia maupun masyarakat. Dengan demikian, prosesi penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada yang berhak dapat segera dieksekusi setelah ibadah usai.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan hidup, Masjid Istiqlal juga terus konsisten mengampanyekan gerakan Green Mosque (Masjid Hijau). Pada Iduladha kali ini, panitia kurban secara tegas melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai kemasan pembagian daging. Sebagai alternatif, mereka telah menyiapkan wadah ramah lingkungan berupa besek bambu dan kantong organik yang mudah mengurai. Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa seruan untuk menjaga alam yang digaungkan dari atas mimbar khotbah langsung mewujud secara nyata dalam tindakan di lapangan.

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di WartaKota.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Hamdan JuhannisMasjid IstiqlalImam Besar Masjid IstiqlalIdul Adha 2026
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved