Breaking News:

Tiga Kapal Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Ini Nasibnya Menurut Data Pelayaran

Tiga kapal tanker lolos blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz pada hari pertama, otoritas pantau ketat rute pelayaran demi stabilitas energi.

Tangkapan layar X/@CENTCOM
KAPAL TEMBUS BLOKADE HORMUZ - Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah kebijakan blokade Amerika Serikat terhadap pelayaran yang berkaitan dengan Iran, yang tetap dilalui sejumlah kapal pada hari pertama penerapan. 

TRIBUNSTYLE.COM -- Situasi di kawasan Selat Hormuz semakin memanas setelah Amerika Serikat (AS) resmi menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang berhubungan dengan pelabuhan Iran. Namun, di hari pertama penerapan kebijakan tersebut, terungkap ada tiga kapal yang berhasil melintasi jalur strategis tersebut.

Berdasarkan data pelacakan perkapalan LSEG dan Kpler, tiga kapal itu diketahui tetap mampu memasuki wilayah Teluk melalui Selat Hormuz meski blokade telah diberlakukan sejak Senin (13/4/2026). Kebijakan tersebut dilakukan oleh militer AS sebagai upaya menekan Iran agar bersedia memenuhi sejumlah tuntutan terkait konflik yang sedang berlangsung.

Salah satu kapal yang berhasil melintas adalah Peace Gulf berbendera Panama. Kapal ini diketahui tengah menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab. Berdasarkan data yang ada, Peace Gulf melintasi rute alternatif yang berada di antara Pulau Larak dan Hormuz, yang masuk dalam perairan teritorial Iran.

Rute tersebut disebut telah diizinkan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk digunakan oleh kapal-kapal yang melintas. Biasanya, kapal ini mengangkut nafta Iran, yang merupakan bahan baku petrokimia, untuk dikirim ke pelabuhan di luar Iran sebelum akhirnya diekspor ke kawasan Asia.

Selain itu, dua kapal lainnya yang berhasil melintas adalah tanker Handy Murlikishan dan Rich Starry. Kedua kapal tersebut diketahui masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat karena diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan Iran.

Kapal tanker Handy Murlikishan dilaporkan sedang menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak. Sementara itu, kapal Rich Starry disebut menjadi kapal pertama yang berhasil keluar dari Teluk sejak blokade mulai diterapkan.

KAPAL TEMBUS BLOKADE HORMUZ - Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah kebijakan blokade Amerika Serikat terhadap pelayaran yang berkaitan dengan Iran, yang tetap dilalui sejumlah kapal pada hari pertama penerapan.
KAPAL TEMBUS BLOKADE HORMUZ - Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah kebijakan blokade Amerika Serikat terhadap pelayaran yang berkaitan dengan Iran, yang tetap dilalui sejumlah kapal pada hari pertama penerapan. (AFP/FADEL SENNA)

Kapal Rich Starry bersama pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena dianggap terlibat dalam aktivitas perdagangan dengan Iran.

Meski berhasil melintas, ketiga kapal tersebut tetap tidak sepenuhnya bebas dari dampak blokade. Hal ini karena mereka tidak menuju pelabuhan Iran secara langsung, sehingga tetap harus menyesuaikan jalur pelayaran dan menghadapi risiko dari kebijakan yang diberlakukan oleh AS.

Baca juga: Iran Ancam Tutup Jalur Perdagangan Global Jika Blokade AS di Selat Hormuz Terus Berlanjut

Sebagaimana diketahui, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mulai menerapkan blokade terhadap lalu lintas maritim yang menuju dan berasal dari pelabuhan Iran. Kebijakan ini dijalankan atas instruksi Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Blokade tersebut berlaku untuk seluruh kapal dari berbagai negara yang masuk maupun keluar dari wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Menanggapi kebijakan tersebut, pihak Iran menyebut tindakan AS sebagai langkah ilegal yang bahkan disamakan dengan aksi pembajakan. Iran juga memperingatkan kemungkinan adanya balasan, termasuk menargetkan pelabuhan di negara-negara Teluk yang dianggap terlibat.

Situasi ini semakin diperumit dengan adanya instruksi yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu kebingungan di kalangan perusahaan pelayaran global yang harus menentukan langkah di tengah meningkatnya ketegangan.

Dengan kondisi yang terus berkembang, kawasan Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial yang dapat memengaruhi stabilitas perdagangan dan keamanan global. (Tribun Style/Tribunnews Bogor)

Sumber: Tribun Bogor
Tags:
Selat HormuzIranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved