Berita Viral
Geram Mahfud MD soal Kontroversi Tyas Alumni LPDP, Minta Pemerintah Berbenah: Ini Bukan Tanpa Data
Tanggapan Mahfud MD terkait pernyataan viral alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, marah tapi minta pemerintah berbenah.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Ringkasan Berita:
- Polemik alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas memicu respons keras dari Mahfud MD karena dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap negara.
- Meski geram, Mahfud juga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap rasa putus asa publik yang menjadi akar kekecewaan tersebut.
- Mahfud juga menekankan sudah saatnya pemerintah introspeksi dan berbenah.
TRIBUNSTYLE.COM - Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang alumni beasiswa LPDP “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan,” memicu polemik di ruang publik.
Salah satu tanggapan paling menohok datang dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang menilai ucapan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap negara.
Mahfud MD tak menutupi rasa geramnya saat pertama kali mendengar pernyataan yang dianggap tidak mencerminkan rasa syukur seorang intelektual yang telah dibiayai negara.
Namun, di balik amarahnya yang meluap, Mahfud MD tetap bersikap objektif dengan memberikan catatan kritis bagi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa meskipun sikap DS sulit diterima secara nasionalisme, penguasa tidak boleh menutup mata terhadap fakta pahit yang mungkin menjadi pemicu keputusasaan di kalangan warga negara.
Baca juga: Polemik Melebar, Masa Lalu Tyas Penerima LPDP Dikuliti, Perilaku Buruk Dibongkar: Mudah Ngamuk
Alih-alih sekadar menghakimi, Mahfud mengajak negara untuk merenungkan apa yang salah dalam sistem sehingga warganya sendiri merasa kehilangan harapan untuk masa depan generasi mereka.
“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam.
Menurutnya, pernyataan semacam itu bertentangan dengan prinsip yang selama ini tak henti ia suarakan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.
“Ini tampaknya lelah. Padahal saya selalu mengatakan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujarnya.
Antara Amarah dan Empati: Membedah Akar Kekecewaan
Meski melontarkan kritik tajam terhadap sikap Dwi Sasetyaningtyas, Mahfud MD menyadari bahwa ekspresi tersebut tidak lahir dari ruang hampa.
“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.
Ia menilai ada keresahan mendalam di sebagian lapisan publik yang merasa suara kritis mereka hanya lewat begitu saja tanpa pernah benar-benar didengar.
“Ini bukan tanpa data, tanpa fakta. Apa yang dikatakan itu berangkat dari fakta-fakta yang sering mengecewakan,” kata Mahfud.
Ia mengingatkan, nasionalisme bisa luntur jika negara tidak mampu mengayomi rakyatnya.
Sumber: Warta Kota
| Lawan Opini Negatif, SMAN 1 Sambas Desak MPR Pulihkan Nama Baik dan Tolak Lomba Ulang |
|
|---|
| Viral Chat Ancaman Usai Protes LCC MPR, Bantahan Sekolah hingga Hadiah Beasiswa ke China |
|
|---|
| Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun, Maudy Ayunda Takut Masuk Pemerintahan |
|
|---|
| Dimulai Besok! Catat Rundown Klaten International Cycling Festival 2026, Jangan Sampai Terlewat |
|
|---|
| SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar, Desak Pihak Penyelenggara Pulihkan Nama Baik Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Tanggapan-Mahfud-MD-terkait-pernyataan-viral-alumni-LPDP-Dwi-Sasetyaningtyas.jpg)