Breaking News:

berita viral

Tragedi Timothy Anugerah: Dugaan Bully, HP Terkunci, dan Ibu yang Pilih Ikhlaskan

Kasus kematian Timothy makin misterius. Polisi terkendala memeriksa HP korban karena sang ibu menolak lanjutkan kasus ke jalur hukum.

Tribunstyle.com
Kasus kematian Timothy makin misterius. Polisi terkendala memeriksa HP korban karena sang ibu menolak lanjutkan kasus ke jalur hukum. 

Kasus kematian Timothy makin misterius. Polisi terkendala memeriksa HP korban karena sang ibu menolak lanjutkan kasus ke jalur hukum.

TRIBUNSTYLE.COM - Misteri kematian mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22), masih menjadi perhatian publik.
Keberadaan handphone milik Timothy akhirnya terungkap dan justru menjadi hambatan baru bagi polisi untuk mengungkap dugaan perundungan yang menimpanya.

Timothy ditemukan jatuh dari lantai 4 Gedung FISIP Universitas Udayana, Bali, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (15/10/2025).
Kematian mahasiswa jurusan Sosiologi itu langsung dikaitkan dengan isu bully yang diduga terjadi selama perkuliahan.

Baca juga: Detik-Detik Timothy Duduk di Lantai 4 Sebelum Jatuh, Tersisa Sepatu dan Misteri HP

Pasca kejadian, sejumlah mahasiswa FISIP angkatan 2023 diketahui sempat melontarkan candaan kasar di grup WhatsApp.
Kondisi itu menimbulkan asumsi bahwa perlakuan serupa mungkin telah terjadi sejak lama.

Bahkan beredar dugaan bahwa Timothy nekat melompat karena tekanan mental akibat bullyan teman kampusnya.

Ayah korban, Lukas Triana Putra, akhirnya buka suara. Ia mengaku selama tujuh semester kuliah di Unud, putranya tak pernah bercerita tentang masalah tersebut.

“Selama ini sih saya tidak mendengar,” katanya.

Polisi masih menelusuri misteri kematian mahasiswa UNUD Timothy. Ponsel korban belum bisa dibuka, sementara saksi di lantai 4 hanya melihat lalu cuek
Kasus kematian Timothy makin misterius. Polisi terkendala memeriksa HP korban karena sang ibu menolak lanjutkan kasus ke jalur hukum. (Tribunstyle.com)

Lukas menjelaskan, Timothy sempat tinggal bersama ibunya di Bali selama lima bulan terakhir, sementara dirinya menetap di Bandung.
Komunikasi hanya dilakukan lewat telepon.

“Saya menanyakan selalu apa ada masalah di kampus? Apa ada masalah dengan teman-teman Timmy?” katanya saat diwawancara Kompas TV.

Lukas juga mengungkap kondisi kesehatan Timothy kecil yang sempat mengalami keterlambatan bicara.

“Dia baru bisa bicara di usia 3 tahun karena telinganya tersumbat. Setelah dibawa ke dokter, masalah itu selesai,” ujarnya.

Timothy menempuh pendidikan awal di sekolah internasional sehingga lebih terbiasa menggunakan bahasa Inggris.

“Kita masukkan ke sekolah internasional, jadi dia lebih menguasai bahasa Inggris dibanding Indonesia,” kata Lukas.
“Kelas 3 dan 4 kita pindahkan ke sekolah lokal yang holistik dari situ kita pun mendampingi dengan les bahasa Indonesia agar bahasa Indonesianya bisa lancar,” tambahnya.

Hal itu membuat cara bicara Timothy terlihat baku dan berbeda dari teman-temannya.

“Jadi kalau bisa dilihat bahasa Indonesianya baku sekali, jadi kesannya banyak yang bully ngelihat anak saya kayak anak kecil cara bicaranya. Karena dari kecilnya memang seperti itu,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Tags:
perundunganbunuh dirikorban bullying
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved