Breaking News:

Traveling

Bosan Long Weekend di Kota? Intip Pesona Bukit Gatan, "Negeri di Atas Awan" Musi Rawas SumSel.

Bayangkan bangun tidur langsung disambut gumpalan awan putih sejauh mata memandang! 

Tayang:
Editor: Tim TribunStyle
Sripoku.com/Handout
BUKIT GATAN - Keindahan alam yang dapat dinikmati wisatawan di puncak Bukit Gatan di Desa Sukorejo Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas Sumsel. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kalau bosan dengan hiruk-pikuk kota, tempat yang satu ini wajib masuk bucket list kamu. Bayangkan bangun tidur langsung disambut gumpalan awan putih sejauh mata memandang! 

BUKIT GATAN - Keindahan alam yang dapat dinikmati wisatawan di puncak Bukit Gatan di Desa Sukorejo Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas Sumsel.
BUKIT GATAN - Keindahan alam yang dapat dinikmati wisatawan di puncak Bukit Gatan di Desa Sukorejo Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas Sumsel. (Sripoku.com/Handout)

Bagi para pencinta petualangan, merayakan long weekend tidak melulu soal bisingnya lalu lalang di pusat kota. Jika Anda mencari suasana yang magis dan tenang, Bukit Gatan yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, bisa menjadi pelarian yang sempurna.

Berada di ketinggian 348 mdpl, objek wisata alam ini menawarkan panorama yang memanjakan mata. Dari puncaknya, lanskap pedesaan membentang indah. Lebih istimewa lagi, tempat ini menyuguhkan fenomena "negeri di atas awan", di mana gugusan awan putih tebal menyelimuti bukit-bukit di sekitarnya, menciptakan pemandangan yang luar biasa megah.

Jalur Khusus untuk Jiwa Petualang

Menjelang momen pergantian tahun, Bukit Gatan biasanya langsung diserbu oleh para pendaki. Pengelola Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bukit Gatan, Edi Irawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut kedatangan para petualang, salah satunya dengan membersihkan jalur pendakian.

Edi menegaskan, Bukit Gatan memiliki karakteristik yang berbeda dengan destinasi wisata perbukitan lainnya di wilayah tersebut.

"Wisata ini tidak semua orang bisa menikmati, berbeda dengan Bukit Cogong yang bisa dinikmati anak-anak. Untuk Bukit Gatan sendiri ini, hanya orang dewasa dan pecinta alam," jelas Edi kepada Sripoku.com.
Bukan tanpa alasan, daya tarik Bukit Gatan memang terletak pada tantangan petualangannya. Sepanjang jalur pendakian hingga ke puncak, fisik yang lelah akan langsung terbayar oleh keindahan alam desa, keunikan formasi batu susun, hingga puncaknya yang menembus awan.

Menikmati "City Light" dan Berkemah di Puncak

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mayoritas pengunjung yang datang tidak sekadar mendaki lalu pulang (hiking). Mereka memilih untuk mendirikan tenda dan menghabiskan malam di sana.

"Kebanyakan mereka camping, untuk merayakan dan menghabiskan malam pergantian tahun baru," ungkap Edi.

Saat malam tiba, suasana berubah romantis. Dari ketinggian, para pendaki akan disuguhi pemandangan kerlip lampu bak kunang-kunang yang menyinari rumah-rumah penduduk di bawah sana.

Fasilitas Lengkap, Kantong Tetap Aman

Untuk menikmati seluruh kemewahan alam ini, biaya yang dikeluarkan ternyata sangat ramah di kantong. Edi merincikan tarif yang berlaku di Bukit Gatan:

  • Paket Camping: Rp10.000 per orang + Rp10.000 untuk jasa penitipan barang.
  • Paket Hiking (Tektok): Rp5.000 per orang + Rp5.000 untuk jasa penitipan barang.

Bagi pengunjung yang tidak ingin repot membawa banyak perlengkapan dari rumah, pihak pengelola juga sudah menyediakan jasa penyewaan alat camping.

"Kami juga menyiapkan tenda untuk camping, harga sewanya Rp50.000 per unitnya. Ada juga hammock, dan peralatan tenda lainnya juga ada," papar Edi.

Catatan Penting: Utamakan Keselamatan dan Kelestarian
Meski keindahan Bukit Gatan sangat menggoda, pengelola tidak pernah bosan memberikan wanti-wanti kepada setiap pengunjung yang hendak muncak. Kelestarian alam dan keselamatan adalah harga mati.

"Termasuk juga soal keamanan dan keselamatan, itu yang menjadi prioritas kami sebagai pengelola," tegas Edi.

Setiap pendaki yang datang diwajibkan untuk senantiasa menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta ekstra berhati-hati saat menyalakan api di area perkemahan.

( Sripoku.com / Eko Mustiawan / Tribunstyle.com / Selviana Safitri )

Tags:
travelingSumatera SelatanLiburan Sekolahliburanweekendhealing
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved