Berita Solo
Pasar Klewer Solo, Surga Belanja Batik dan Tekstil yang Melegenda Sejak Puluhan Tahun
Pasar Klewer Solo menjadi destinasi favorit berburu batik, tekstil, dan aneka produk lokal dengan pilihan lengkap serta harga yang beragam.
Editor: Tim TribunStyle
Laporan Reporter TribunStyle.com
TRIBUNSTYLE.COM - Pasar Klewer merupakan salah satu ikon Kota Solo yang tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan batik, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah ekonomi dan budaya masyarakat Surakarta.
Berlokasi di Jalan Dr. Rajiman No. 50, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, pasar ini telah lama menjadi tujuan utama wisatawan maupun pedagang dari berbagai daerah yang ingin berburu batik dan aneka produk tekstil.
Di balik kemegahannya saat ini, Pasar Klewer memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum dikenal dengan nama Pasar Klewer, kawasan tersebut dahulu disebut Pasar Slompretan. Nama itu berasal dari kata slompret yang berarti terompet atau peluit.
Sebutan tersebut muncul karena lokasi pasar dulunya merupakan area pemberhentian kereta api milik Keraton Surakarta. Bunyi peluit kereta yang sering terdengar di kawasan tersebut akhirnya melekat dan menjadi identitas wilayah setempat.
Baca juga: Kuliner Warung Bu Min di Pasar Gedhe Klaten, Bupati Hamenang Sudah Cicipi Menu Sotonya: Mantap
Seiring berjalannya waktu, kawasan itu berkembang menjadi pusat perdagangan kain. Pada era 1940-an, khususnya antara tahun 1942 hingga 1945, para pedagang kain menjajakan dagangannya dengan cara menyampirkan kain di pundak.
Kain yang menjuntai atau menggantung dalam bahasa Jawa disebut kleweran. Dari kebiasaan tersebut lahirlah nama Pasar Klewer yang kemudian dikenal luas hingga sekarang.
Aktivitas perdagangan yang semakin ramai membuat pemerintah membangun pasar permanen untuk menampung para pedagang. Pada tahun 1971, bangunan Pasar Klewer resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Sejak saat itu, pasar ini berkembang pesat menjadi pusat grosir batik terbesar di Kota Solo sekaligus salah satu yang terbesar di Indonesia.
Selama puluhan tahun, Pasar Klewer menjadi pusat perputaran ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Solo. Ribuan pedagang menggantungkan mata pencahariannya di pasar ini.
Baca juga: Pasar Ngarsopuro Solo: Destinasi Berburu Lampu Hias Estetik dan Kebutuhan Rumah Tangga
Tidak hanya melayani pembeli dari Solo dan sekitarnya, Pasar Klewer juga menjadi tujuan pedagang dari berbagai daerah yang datang untuk membeli produk secara grosir.
Namun, perjalanan Pasar Klewer tidak selalu berjalan mulus. Pada Desember 2014, pasar ini mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan ribuan kios dan menyebabkan aktivitas perdagangan lumpuh untuk sementara waktu.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu musibah terbesar dalam sejarah perdagangan Kota Solo.
Meski demikian, semangat para pedagang untuk bangkit tidak pernah surut. Pemerintah kemudian melakukan renovasi besar-besaran dengan membangun kembali Pasar Klewer menjadi bangunan yang lebih modern dan representatif.
Setelah proses pembangunan selesai, pasar ini resmi dibuka kembali pada April 2017 dengan wajah baru yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Sumber: TribunStyle.com
| TB Bu Sri Solo: Tempat Berburu Buku Langka dan Referensi Pendidikan Sejak Puluhan Tahun |
|
|---|
| Wedang Dongo Keprabon Solo: Sajian Hangat Warisan Sejak 1963 yang Masih Diburu Pelanggan |
|
|---|
| Pasar Ngarsopuro Solo: Destinasi Berburu Lampu Hias Estetik dan Kebutuhan Rumah Tangga |
|
|---|
| Rumah Budaya Kratonan Serengan Solo, Perpustakaan Mini dan Kafe dalam Balutan Suasana Asri |
|
|---|
| Fakta Menarik Kirab Malam 1 Suro di Solo, Perawatan Kebo Bule Ternyata Capai Rp6–7 Juta per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/PASAR-KLEWER-SOLO.jpg)