Breaking News:

Seputar Solo Raya

Selalu Ada di Toples Lebaran Warga Solo, Ternyata Begini Asal Usul Kue Lidah Kucing

Asal usul Kue Lidah Kucing, Kehadirannya seperti tanda bahwa suasana Lebaran benar-benar telah tiba. Kini jadi primadona kue lebaran warga Solo!

Sajian Sedap
Asal usul Kue Lidah Kucing, Kehadirannya seperti tanda bahwa suasana Lebaran benar-benar telah tiba. Kini jadi primadona kue lebaran warga Solo! 

TRIBUNSTYLE.COM - Saat momen Lebaran tiba, meja tamu di berbagai rumah di Solo Raya, Jawa Tengah, hampir selalu dipenuhi aneka kue kering yang menggoda selera. 

Dari toples nastar hingga kastengel, semuanya seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi menyambut tamu saat hari raya.

Di antara deretan kue tersebut, ada satu camilan tipis dan renyah yang hampir selalu mencuri perhatian, yakni kue lidah kucing. 

Bentuknya yang panjang, ramping, dan renyah membuat kue ini mudah dikenali sekaligus sulit berhenti dimakan.

Bagi banyak keluarga di Solo dan sekitarnya, kue lidah kucing bukan sekadar camilan biasa. Kehadirannya sudah seperti “tanda” bahwa suasana Lebaran benar-benar telah tiba.

Bagi banyak keluarga di Solo dan sekitarnya, kue lidah kucing bukan sekadar camilan biasa. Kehadirannya sudah seperti “tanda” bahwa suasana Lebaran benar-benar telah tiba.
Bagi banyak keluarga di Solo dan sekitarnya, kue lidah kucing bukan sekadar camilan biasa. Kehadirannya sudah seperti “tanda” bahwa suasana Lebaran benar-benar telah tiba. (Sajian Sedap)

Tak hanya saat Idul Fitri, kue ini juga kerap muncul dalam berbagai perayaan besar lainnya. Mulai dari Natal hingga Tahun Baru Imlek, lidah kucing hampir selalu hadir di toples-toples kaca yang tersusun rapi di ruang tamu.

Kepopuleran kue ini bahkan mampu bertahan dari generasi ke generasi. Meski kini banyak varian kue modern bermunculan, lidah kucing tetap memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya.

Menariknya, kue yang begitu akrab dengan tradisi Lebaran di Indonesia ini ternyata memiliki jejak sejarah yang panjang dari benua Eropa.

Baca juga: Cicipi Segarnya Es Gempol Pleret, Minuman Tradisional yang Selalu Ramai Diburu Saat Berbuka di Solo

Resep awal lidah kucing dipercaya berasal dari Prancis pada abad ke-17. Di negara asalnya, kue ini dikenal dengan nama “langue de chat”, yang secara harfiah berarti lidah kucing.

Nama tersebut merujuk pada bentuk kue yang tipis, memanjang, dan sedikit melengkung, menyerupai lidah seekor kucing.

Bahan dasar pembuatannya pun sebenarnya cukup sederhana. Kue ini biasanya dibuat dari campuran putih telur, tepung gandum, gula, mentega, dan vanila.

Meski sederhana, perpaduan bahan tersebut menghasilkan tekstur yang khas. Tipis, renyah, dan memiliki aroma mentega yang begitu harum.

Dalam perkembangannya, berbagai variasi rasa mulai bermunculan. Beberapa pembuat kue menambahkan cokelat, keju, hingga rempah-rempah untuk menciptakan cita rasa yang berbeda.

Di Eropa sendiri, lidah kucing sering disajikan dengan cara yang lebih variatif. Kue ini kerap dipasangkan dengan ganache, krim, atau selai dalam bentuk sandwich manis.

Ada pula yang menyajikannya dengan cara dicelupkan ke dalam cokelat leleh, sehingga menciptakan kombinasi rasa manis dan pahit yang lebih kaya.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Lidah KucingLebarankue keringSoloRamadan 2026
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved