Seputar Solo Raya
Perbedaan Masjid Besar di Solo, Ada Masjid Jami', Agung, Sheikh Zayed, Fungsinya Berbeda
Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
Ringkasan Berita:
- Masjid Jami’ tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
- Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha, serta peringatan hari besar Islam lainnya.
- Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi lokasi berbagai kegiatan besar, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi dan peringatan hari besar Islam berskala luas.
TRIBUNSTYLE.COM - Orang Solo tentu sudah akrab dengan berbagai masjid yang memiliki sebutan berbeda, seperti Masjid Jami’, Masjid Agung, dan Masjid Raya.
Sekilas perbedaan tersebut mungkin hanya terlihat sebagai variasi nama.
Namun sebenarnya, setiap istilah menunjukkan peran, cakupan, dan kedudukan masjid dalam struktur kehidupan umat Islam.
Di Surakarta terdapat Masjid Jami' Assagaf yang berada di kawasan Pasar Kliwon.
Selain itu, ada pula Masjid Agung Surakarta yang berdiri di kompleks Keraton Solo, serta Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang dikenal luas karena kemegahan dan popularitasnya.
Ketiga masjid tersebut mencerminkan tingkatan yang berbeda dalam sistem kelembagaan masjid.
1. Masjid Jami’: pusat ibadah lingkungan terdekat
Baca juga: Asal-usul Lontong Solo, Jejak Kuliner yang Pernah Jadi Sarana Dakwah Sunan Kalijaga, Prosesnya 5 Jam
Masjid Jami’ merupakan jenis masjid yang paling sering dijumpai di tingkat desa atau kelurahan.
Secara etimologis, istilah Jami’ berasal dari kata "jama’a" yang berarti mengumpulkan.
Makna ini merujuk pada fungsi masjid sebagai tempat berkumpulnya umat Islam, khususnya untuk melaksanakan shalat Jumat secara rutin.
Dalam kehidupan sehari-hari, Masjid Jami’ memiliki peran yang sangat penting.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Anak-anak belajar mengaji di sini, warga berkumpul untuk mempererat silaturahmi, serta berbagai kegiatan keislaman dilaksanakan secara rutin.
2. Masjid Agung: simbol keislaman tingkat Kota atau Kabupaten
Dibandingkan Masjid Jami’, Masjid Agung memiliki kedudukan yang lebih tinggi.
Biasanya, masjid ini berada di pusat kota atau kabupaten dan berfungsi sebagai simbol identitas keislaman daerah tersebut.
Sumber: TribunStyle.com
| Kuliner Hidden Gem, Cobain Ayam Panggang Klaten Bu Kas, Lokasi di Pasar Gede Solo, Rasanya Gurih |
|
|---|
| Cicipi Lezatnya Tengkleng Bu Jito Dlidir, Kuah Rempah Kaya Khas Solo, Bikin Lidah Bergoyang |
|
|---|
| Kisah Kelam Banjir Besar di Solo Tahun 1966: Kota Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi, Air Capai 4 Meter |
|
|---|
| Legenda Mengharukan di Balik Asal Usul Sungai Bengawan Solo, dari Tangisan Ibu yang Kehilangan Anak |
|
|---|
| Menu Baru di SFA Steak & Resto Solo, Nampan Bar-Bar, Porsi Jumbo Buat 4 Orang, Mulai Rp100 Ribuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Masjid-Raya-Sheikh-Zayed-menjadi-lokasi.jpg)