Breaking News:

Seputar Solo Raya

Perbedaan Masjid Besar di Solo, Ada Masjid Jami', Agung, Sheikh Zayed, Fungsinya Berbeda

Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha.

Google Maps
Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi lokasi berbagai kegiatan besar, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Jami’ tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
  • Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha, serta peringatan hari besar Islam lainnya.
  • Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi lokasi berbagai kegiatan besar, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi dan peringatan hari besar Islam berskala luas.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Orang Solo tentu sudah akrab dengan berbagai masjid yang memiliki sebutan berbeda, seperti Masjid Jami’, Masjid Agung, dan Masjid Raya.

Sekilas perbedaan tersebut mungkin hanya terlihat sebagai variasi nama.

Namun sebenarnya, setiap istilah menunjukkan peran, cakupan, dan kedudukan masjid dalam struktur kehidupan umat Islam.

Di Surakarta terdapat Masjid Jami' Assagaf yang berada di kawasan Pasar Kliwon.

Selain itu, ada pula Masjid Agung Surakarta yang berdiri di kompleks Keraton Solo, serta Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang dikenal luas karena kemegahan dan popularitasnya.

Ketiga masjid tersebut mencerminkan tingkatan yang berbeda dalam sistem kelembagaan masjid.

1. Masjid Jami’: pusat ibadah lingkungan terdekat

Masjid Jami’ tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Masjid Jami’ tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. (Google Maps)

Baca juga: Asal-usul Lontong Solo, Jejak Kuliner yang Pernah Jadi Sarana Dakwah Sunan Kalijaga, Prosesnya 5 Jam

Masjid Jami’ merupakan jenis masjid yang paling sering dijumpai di tingkat desa atau kelurahan. 

Secara etimologis, istilah Jami’ berasal dari kata "jama’a" yang berarti mengumpulkan.

Makna ini merujuk pada fungsi masjid sebagai tempat berkumpulnya umat Islam, khususnya untuk melaksanakan shalat Jumat secara rutin.

Dalam kehidupan sehari-hari, Masjid Jami’ memiliki peran yang sangat penting.

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah wajib dan sunnah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Anak-anak belajar mengaji di sini, warga berkumpul untuk mempererat silaturahmi, serta berbagai kegiatan keislaman dilaksanakan secara rutin.

2. Masjid Agung: simbol keislaman tingkat Kota atau Kabupaten

Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha, serta peringatan hari besar Islam lainnya.
Masjid Agung digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah berskala besar, seperti shalat Idul Fitri, Idul Adha, serta peringatan hari besar Islam lainnya. (Google Maps)

Dibandingkan Masjid Jami’, Masjid Agung memiliki kedudukan yang lebih tinggi.

Biasanya, masjid ini berada di pusat kota atau kabupaten dan berfungsi sebagai simbol identitas keislaman daerah tersebut.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Masjid Sheikh ZayedPasar KliwonSolo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved