Seputar Solo Raya
Rasa Teh di Solo Ginastel, Beda dengan di Jawa Barat, Ini Sejarahnya, Ada Pengaruh Kolonial Belanda
Teh Solo termasuk Ginastel, dikenal memiliki cita rasa lembut, tidak terlalu pahit, serta aroma wangi yang khas.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
Ringkasan Berita:
- Teh Solo termasuk Ginastel, dikenal memiliki cita rasa lembut, tidak terlalu pahit, serta aroma wangi yang khas.
- Teh dari Jawa Barat dikenal memiliki karakter rasa yang lebih kuat dan tegas.
- Tradisi minum teh masyarakat Sunda dikaitkan dengan kebijakan tanam paksa (cultuurstelsel) yang diterapkan Belanda sejak 1830.
TRIBUNSTYLE.COM - Kota Solo dikenal memiliki tradisi kuliner yang kuat, termasuk dalam budaya minum teh.
Salah satu yang kerap menjadi perbincangan adalah teh Solo Ginastel, yang oleh sebagian penikmat teh dianggap memiliki cita rasa lebih nikmat dibandingkan teh dari wilayah Jawa Barat.
Perbedaan karakter rasa tersebut tidak hanya dipengaruhi selera, tetapi juga faktor bahan, cara penyajian, serta kebiasaan masyarakat dalam menikmati teh.
Baca juga: Gedung Djoeang 45 Solo, Dulu Jadi Markas TNI, Kini Disulap Jadi Destinasi Wisata Instagram-able
Teh di Solo Ginastel
Teh Solo termasuk Ginastel, dikenal memiliki cita rasa lembut, tidak terlalu pahit, serta aroma wangi yang khas.
Saat diseduh, warna tehnya tampak jernih dengan rasa yang seimbang antara sepat dan segar.
Banyak penikmat teh menyebut teh Solo terasa lebih halus di lidah, sehingga nyaman diminum kapan saja.
Cara penyajian teh di Solo pun beragam, mulai dari poci tanah liat, cangkir bermotif klasik (blirik), gelas kaca, hingga es teh dalam plastik yang kini mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
Bagi masyarakat Solo, teh tidak sekadar pelepas dahaga, tetapi juga simbol keramahan, pengikat obrolan, serta bentuk penghormatan kepada tamu.
Menariknya, sebagian warga Solo memiliki kebiasaan mencampur beberapa merek teh untuk menghasilkan aroma yang lebih wangi, rasa yang lebih kental dan warna yang lebih pekat.
Tradisi ini diwariskan lintas generasi dan menjadi ciri khas teh Solo yang sulit ditiru daerah lain.
Teh di Jawa Barat
Sementara itu, teh dari Jawa Barat dikenal memiliki karakter rasa yang lebih kuat dan tegas.
Rasa sepat dan pahit relatif lebih dominan, dipengaruhi jenis daun teh serta kondisi geografis perkebunan di dataran tinggi.
Berbeda dengan teh Solo Ginastel yang dianggap lebih ringan, sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan.
Dalam buku Ragam Minuman Khas Indonesia (2024), Murdijati dan kolega menjelaskan bahwa masyarakat Priangan atau Sunda di Jawa Barat lebih gemar mengonsumsi teh tawar atau citeh, yakni teh tanpa tambahan gula yang menonjolkan rasa asli daun teh.
Sumber: TribunStyle.com
| 5 Spot Makan Bakso Paling Enak di Solo, Harga Terjangkau, Teksturnya Kenyal, Kuah Bening dan Gurih |
|
|---|
| List Wedangan Legendaris di Solo, Tempat Asyik untuk Quality Time, Pernah Dikunjungi Presiden Jokowi |
|
|---|
| Wajib Coba! Soto Kirana, Spot Sarapan Favorit di Solo, Sampai Direkomendasikan Dokter Tirta |
|
|---|
| Mie Ayam Legendaris di Mojosongo Solo, Sejak Tahun 1989, Enak dan Ramah di Kantong, Cuma Rp10 Ribu |
|
|---|
| Rekomendasi Soto Terkenal di Solo, 3 Warung Jadi Favorit Dokter Tirta, Salah Satunya Soto Triwindu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Teh-Solo-termasuk-Ginastel-dikenal-memiliki-cita-rasa-lembut.jpg)