Breaking News:

Sang Anak Rewel, Ternyata 'Ibu' Gunung Agung Masih Kalem

Kedua gunung tersebut dianggap sebagai lingga buana atau lingga alam yang mengandung nilai penting dalam kehidupan religi masyarakat Bali.

Editor: Amirul Muttaqin
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik hitam pekat disertai cahaya api saat difoto dari Pantai Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017) pukul 22.02 Wita. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pulau Bali termasuk dalam wilayah cincin api pasifik. Jadi sudah tidak mengherankan jika wilayahnya terdapat banyak gunung, dan beberapa diantaranya aktif.

Dua di antaranya adalah Gunung Batur dan Gunung Agung yang sangat istimewa bagi masyarakat Bali.

Kedua gunung tersebut dianggap sebagai lingga buana atau lingga alam yang mengandung nilai penting dalam kehidupan religi masyarakat Bali.

Waspada! Letusan Besar dari Gunung Agung Diprediksi Akan Terjadi Dalam Hitungan Jam

Gunung Batur dianggap sebagai wujud Pradhana (perempuan) dan Gunung Agung dianggap perwujudan Purusha (laki-laki).

Antara Purusha dan Pradhana tidak bisa dipisahkan dan senantiasa bersatu untuk melahirkan kesuburan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Bali.

bali.panduanwisata.id
bali.panduanwisata.id ()

Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devi Kemal Syahbana mengatakan, Gunung Batur adalah salah satu gunung purba yang ada di Pulau Bali. Keberadaannya lebih tua dari Gunung Agung yang statusnya telah naik menjadi awas sejak 22 September 2017.

"Yang lebih dulu ya Gunung Batur. Jadi bisa dikatakan jika Gunung Agung adalah anak dari Gunung Batur," ujar Devi kepada Kompas.com, Kamis (5/10/2017).

Menakutkan! Inilah Tanda-tanda Gunung Agung di Bali Diperkirakan Meletus Dahsyat Beberapa Jam Lagi

Menurutnya, kedua gunung tersebut memiliki ikatan erat yaitu Gunung Agung muncul di "pangkuan" Gunung Batur pasca meletus ribuan tahun yang lalu.

Ikatan inilah yang ditakutkan warga Bali. "kegaduhan" gunung Agung akan turut membangunkan gunung Batur.

Hal ini sangatlah mendasar, sebab letusan tergahulu mempunyai dampak demikian sehingga pengalaman itulah yang sedang diantisipasi.

Tribun Medan
Tribun Medan ()

"Saat Gunung Agung erupsi pada Februari 1963, Gunung Batur juga mengalami peningkatan aktivitas pada September di tahun yang sama. Gunung Agung dan Gunung Batur berada pada satu garis lempengan," tambahnya.

Devi menerangkan bahwa, tidak ada aktivitas kegempaan di Gunung Batur selama status Gunung Agung dinyatakan awas.

Gunung Batur mempunyai catatan sejarah yang panjang.

Letusan besarnya bahkan membentuk kaldera yang sisa letusannya masih bisa kita lihat berbentuk danau Batur.

Kaldera gunung Batur ini terbentuk akibat dua letusan besar sebelumnya yang terjadi pada 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu. (TribunStyle.com/Danissa Dyah)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved