Breaking News:

Iran Vs AS

Tensi Perang Memuncak! Iran Unjuk Gigi Lewat Sistem 'Arash-E Kamangir', Drone dan Kapal AS Digempur

Tensi konflik antara Iran dan Amerika Serikat meninggi dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
  • Iran gunakan sistem baru 'Arash-E Kamangir' untuk melawan AS
  • Melalui sistem tersebut, Iran menembak jatuh drone dan gempur kapal AS
  • Sistem baru ini disebut sebagai kunci senjata berbahaya milik Teheran

 

TRIBUNSTYLE.COM - Tensi konflik antara Iran dan Amerika Serikat meninggi dalam beberapa hari terakhir.

Iran unjuk gigi lewat sistem tempur terbaru yang mereka juluki 'Arash-E Kamangir'.

Pada Kamis (28/5/2026) malam, Iran menembak jatuh pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat di wilayah selatan Bushehr.

Drone AS tersebut disebut memasuki wilayah Iran sambil berusaha meluncurkan rudal.

Tak hanya drone, Iran juga menggempur empat kapal AS di sekitar Selat Hormuz.

Iran sebut tembakan yang mereka lepaskan merupakan peringatan karena kapal melintas tanpa izin Teheran.

Baca juga: Harga Minyak Melonjak Brutal Setelah Iran Serang Pangkalan AS, Ini Harga BBM Pertamina Terbaru

PERANG IRAN - Capture YouTube Tribunnews soal Iran menembak jatuh drone milik Amerika Serikat
PERANG IRAN - Capture YouTube Tribunnews soal Iran menembak jatuh drone milik Amerika Serikat (YouTube/Tribunnews)

Sistem Terbaru Iran

Semua aksi militer yang dilepaskan Iran ini menggunakan strategi baru yang mereka juluki 'Arash-E Kamangir'.

Arash-E Kamangir dinilai sejumlah analis keamanan internasional sebagai ancaman baru untuk para musuh Iran.

Sistem ini disebut sebagai senjata kunci yang berbahaya.

Sejumlah analis menilai Arash-e Kamangir kemungkinan bukan senjata revolusioner, tetapi bagian dari strategi baru Iran.

Khususnya, dalam membangun pertahanan udara murah, mobile, dan sulit dihancurkan.

Sistem Arash-e Kamangir diduga menggunakan sensor elektro-optik atau pencari panas sehingga dapat dipindahkan dengan cepat dan lebih sulit diserang.

Menurut para pengamat, pendekatan Iran lebih menekankan pada ketahanan dan kemampuan bertahan jangka panjang.

Dibanding mengejar teknologi paling modern.

Artinya, Iran mencoba menciptakan banyak sistem sederhana namun efektif untuk mengganggu operasi udara musuh.

Baca juga: Hari Ini! Iran Serang Pangkalan Militer AS di Teluk, Balasan untuk Trump yang Serang Bandar Abbas

PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Video soal sistem baru Iran yang disebut sebagai kunci senjata berbahaya Teheran
PERANG IRAN - Capture YouTube Tribun Video soal sistem baru Iran yang disebut sebagai kunci senjata berbahaya Teheran (YouTube/Tribun Video)

Sebatas informasi, meski sistem Arash-e Kamangir masih belum dapat diverifikasi sepenuhnya, banyak analis percaya bahwa Iran tetap memiliki kemampuan pertahanan yang cukup.

Terkhusus, untuk menciptakan ancaman serius bagi operasi udara Amerika Serikat dan Israel.

AS Serang Bandar Abbas

Sebelumnya, media Iran melaporkan tiga ledakan mengguncang wilayah timur Bandar Abbas pada Kamis dini hari.

AS melakukan serangan baru terhadap situs militer Iran yang dianggap mengancam kapal komersial dan pasukan AS di kawasan Teluk.

Iran lalu membalas dengan menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait.

Namun Kementerian Pertahanan Kuwait mengklaim seluruh rudal dan drone Iran berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM juga mengonfirmasi Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait.

CENTCOM menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata. (Tribun Style/Tribun Video)

Tags:
IranAmerika SerikatTeheran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved