Breaking News:

Iran Vs AS

Iran Membara! Terdengar 3 Ledakan dari Bandara Bandar Abbas, Media Teheran Duga Dihantam Rudal

Selasa (26/5/2026) dini hari tadi, terdengar suara ledakan dari Bandara Bandar Abbas, Iran.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
  • Terdengar tiga ledakan dari Bandara Bandar Abbas di Iran, penyebab masih simpang siur
  • Media resmi Iran 'IRNA' sebut ledakan bukan dari bandara melainkan kota pelabuhan Bandar Abbas
  • Sementara media lainnya sebut Bandara Bandar Abbas dihantam rudal

 

TRIBUNSTYLE.COM - Selasa (26/5/2026) dini hari tadi, terdengar suara ledakan dari Bandara Bandar Abbas, Iran.

Tiga kali ledakan terdengar dari arah landasan pacu Bandara Bandar Abbas hingga memicu spekulasi.

Kantor berita resmi Iran 'IRNA' melaporkan bahwa ledakan terdengar bukan dari Bandara Bandar Abbas, namun dari kota pelabuhan Bandar Abbas.

IRNA belum menyebutkan secara pasti penyebab ledakan terjadi.

Laporan berbeda diungkap media Iran 'Tabnak'.

Tabnak menyebut ledakan berasal dari landasan pacu di Bandara Bandar Abbas, sementara penyebab ledakan diduga karena hantaman rudal.

Baca juga: Iran Rilis Tanda Bahaya Kosongkan Langit dari Penerbangan Sipil, AS Disebut Sedang Siapkan Serangan

PERANG IRAN - Ledakan terdengar dari Bandara Bandar Abbas Iran, dihantam rudal Amerika Serikat?
PERANG IRAN - Ledakan terdengar dari Bandara Bandar Abbas Iran, dihantam rudal Amerika Serikat? (YouTube/Tribun Video)

Tak lama kemudian, kantor berita "Mehr" melaporkan situasi di Bandar Abbas terkendali dan tidak ada alasan untuk khawatir setelah ledakan tersebut.

Kemudian, kantor berita semi-resmi Iran "Tansim" melaporkan tiga ledakan terdengar.

Sementara, kantor berita "Fars" mengatakan suara serupa juga terdengar di dekat Sirik dan Jask, wilayah yang berada dekat Selat Hormuz.

Hingga kini, belum ada detail lebih lanjut mengenai penyebab maupun luasnya insiden yang dilaporkan.

Lantas, koresponden Al Jazeera bernama Ali Hashem mengabarkan bahwa tembakan hebat yang terdengar di dekat Bandar Abbas dimulai setelah IRGC menargetkan sebuah kapal di laut.

Setelah itu, jet tempur Amerika disebut menyerang kapal-kapal angkatan laut IRGC di Teluk.

Menurut sumber Iran dengan tanpa disebutkan namanya, beberapa personel Angkatan Laut IRGC tewas.

Sekaligus mengaku bahwa situasi di tempat kejadian diprediksi masih berkembang.

“Situasinya masih berkembang,” kata sumber itu.

Kesepakatan Damai Belum Rampung

Baca juga: Israel Lihat Sinyal Iran Mau Menyerang Duluan, Sedang Siapkan Rudal Buat Gempur Tel Aviv dan AS

Situasi terus memanas antara Iran dan Amerika Serikat meski kedua negara masih berupaya mencapai kesepakatan.

Pemerintah Iran secara terbuka menyebut kesepakan final dengan Amerika Serikat masih jauh dari kata selesai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei membenarkan jika Iran dan Amerika Serikat memang sudah banyak sepakan dalam beberapa isu utama.

Namun perkembangan positif itu tak lantas membuat penandatanganan perjanjian sudah dekat.

Menurutnya, masih ada sejumlah perbedaan yang harus diselesaikan sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan resmi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar operasi Washington telah berhasil membuat Iran kalah secara militer. Pernyataan tersebut dipertanyakan karena berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. (Instagram @realdonaldtrump)

“Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa perjanjian akan segera ditandatangani,” katanya sambil menuding Washington masih menunjukkan sikap yang berubah-ubah dalam proses negosiasi.

Iran dan AS Bahas Kerangka Kerja 14 Poin

Pernyataan Iran tersebut muncul setelah pemerintah Teheran mengonfirmasi pembicaraan saat ini difokuskan pada penyusunan kerangka kerja 14 poin untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat yang pecah pada 28 Februari lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pembahasan antara Teheran dan Washington kini memasuki tahap penting dengan fokus utama menghentikan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Baqaei, kerangka kerja yang sedang disusun tidak hanya membahas konflik antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga mencakup situasi keamanan regional.

Termasuk pengaturan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting dunia yang selama ini berada di bawah kontrol Iran sejak konflik pecah.

Baca juga: AS Boncos! Perang Lawan Iran Sudah Habiskan Rp 1500 Triliun, Sehari Habis Rp 17 Trilun Buat Perang

Iran menegaskan, penghentian blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menjadi syarat penting dalam kesepakatan.

Sebagai imbalannya, Teheran menyatakan siap mengambil langkah untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk transit yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei.

ASET IRAN DIBEKUKAN - Aset Iran senilai 100 miliar dolar AS dibekukan, jadi poin penting negosiasi dengan Amerika Serikat
ASET IRAN DIBEKUKAN - Aset Iran senilai 100 miliar dolar AS dibekukan, jadi poin penting negosiasi dengan Amerika Serikat (YouTube/Tribun Jakarta)

Selama konflik berlangsung, Iran hanya mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat tersebut dengan persetujuan angkatan bersenjata Iran. Situasi itu sempat memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.

Iran juga membantah tuduhan mereka memungut tol dari kapal asing yang melintas. Pemerintah Iran menyebut biaya yang dikenakan hanya untuk layanan navigasi dan perlindungan lingkungan di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Meski demikian, Baqaei menegaskan isu program nuklir Iran belum dimasukkan ke dalam pembahasan utama dalam tahap awal negosiasi.

Pemerintah Iran menyebut persoalan nuklir baru akan dibahas setelah kedua pihak mencapai kesepakatan mengenai kerangka dasar perdamaian dan penghentian konflik.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Teheran untuk memisahkan isu keamanan kawasan dari program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber utama ketegangan dengan Washington dan negara-negara Barat. (Tribun Style/Tribun Video/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
IranAmerika SerikatTeheran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved