Breaking News:

Iran Vs AS

Inggris dan Perancis Pimpin Rapat Misi Militer Selat Hormuz yang Diikuti 30 Negara, AS Tak Diajak

Sejumlah 30 negara mengikuti rapat perencanaan misi militer di Selat Hormuz yang digelar di Inggris.

Editor: Galuh Palupi

Ringkasan Berita:
  • Inggris jadi tuan rumah pembahasan misi militer di Selat Hormuz yang diikuti 30 negara
  • Misi tersebut bakal berfokus pada kebebasan navigasi di Selat Hormuz
  • Misi akan dipimpin oleh Inggris dan Perancis, Amerika Serikat tak diajak

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sejumlah 30 negara mengikuti rapat perencanaan misi militer di Selat Hormuz yang digelar di Inggris.

Pertemuan ini dimulai pada Rabu (22/4/2026) dengan dipimpin oleh Inggris dan Perancis.

Menurut rencana pertemuan yang diikuti 30 negara tersebut bakal dilaksanakan selama dua hari dengan pembahasan misi yang berfokus pada melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, pertemuan ini akan memajukan perencanaan terperinci terkait pembukaan kembali Selat Hormuz ketika kondisi memungkinkan, menyusul kemajuan dalam pembicaraan di Paris pekan lalu. 

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menekankan, pentingnya transisi dari kesepakatan diplomatik ke aksi nyata di lapangan.

AMERIKA DIBUANG EROPA - Kolase potret Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
AMERIKA DIBUANG EROPA - Kolase potret Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/@emmanuelmacron/Akun X China live x)

"Tugas hari ini dan esok adalah menerjemahkan konsensus diplomatik menjadi rencana bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di selat dan mendukung gencatan senjata yang langgeng," ujar Healey. 

Baca juga: Curhat Pelaut Indonesia di Selat Hormuz, Kecewa Kapal Gamsunoro Full Kru India, Pertamina Buka Suara

Dia pun menyatakan optimismenya bahwa kemajuan nyata dapat dicapai melalui pertemuan ini.

Konferensi di London ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan internasional di Paris pada Jumat (17/4/2026). 

Saat itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Perancis Emmanuel Macron memimpin pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 40 negara. 

Inggris dan Perancis menegaskan bahwa kekuatan militer yang dibentuk akan bersifat sepenuhnya defensif.  

Pasukan tersebut hanya akan dikerahkan setelah perdamaian yang langgeng di wilayah tersebut disepakati.

Situasi AS dan Iran

NEGOSIASI IRAN-AS GAGAL - Bendera Amerika Serikat (AS) dan Iran. Delegasi dua negara gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan 'damai' di Pakistan
NEGOSIASI IRAN-AS GAGAL - Bendera Amerika Serikat (AS) dan Iran. Delegasi dua negara gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan 'damai' di Pakistan (Istimewa/Tasnim News)

Meski melibatkan puluhan negara, Amerika Serikat (AS) dan Iran yang merupakan pihak yang bertikai tidak menghadiri pertemuan tersebut. 

Situasi di kawasan sendiri masih fluktuatif. 

Gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran seharusnya berakhir pada Rabu (22/4/2026) pukul 00.00 GMT.  

Baca juga: 30 Negara Berkumpul di London Demi Selat Hormuz, Misi Penyelamatan Jalur Nadi Dunia, Ini Agendanya!

Namun, sesaat sebelum tenggat waktu, Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata guna memberikan waktu lebih bagi proses negosiasi.

Walau gencatan senjata diperpanjang, Trump menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.  

Kedua belah pihak juga saling melontarkan tuduhan terkait pelanggaran kesepakatan. (Tribun Style/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
InggrisPerancisSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved