TRIBUNSTYLE.COM - Kondisi pilu menyelimuti masyarakat Indonesia. Aksi demonstrasi di kawasan Pejambongan, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025) berakhir dengan tragedi seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.
Kepergian Affan memicu kesedihan sekaligus kemarahan publik. Banyak yang menilai peristiwa ini menjadi simbol betapa rapuhnya situasi saat ini.
Namun di tengah kabar duka, muncul isu lain yang tak kalah mengejutkan.
Beredar kabar adanya tawaran fantastis Rp 150 juta untuk satu kali unggahan konten ajakan damai di media sosial.
Isu ini pertama kali diungkap oleh kreator konten Jerome Polin lewat akun Instagram pribadinya. Pengakuannya sontak menyeret nama pelawak Marshel Widianto ke dalam sorotan.
Pasalnya Marshel Widianto sempat mengunggah sebuah video lawas yang menggambarkan keakraban antara aparat dan demonstran.
Baca juga: Dibayar Rp 150 Juta Jadi Buzzer Pemerintah, Jerome Polin Tolak Mentah-mentah: Jangan Korbanin Rakyat
Alih-alih menenangkan, unggahan itu justru dianggap tak peka dengan kondisi terkini.
Tak berhenti di situ, Marshel bahkan dituding menerima bayaran hingga Rp 150 juta untuk menyebarkan konten tersebut.
Kritik pun mengalir deras, menambah panjang daftar kegelisahan publik di tengah suasana berkabung.
Tak lama setelah menuai hujatan, video itu pun dihapus dari akun Instagram Marshel.
Melalui unggahan klarifikasinya di Instagram, @marshel_widianto, suami dari Yansen Indiani ini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Teman-teman, saya secara pribadi meminta maaf atas video sebelumnya di IG saya,” tulis Marshel, dikutip Tribunnews Sabtu, (30/8/2025).
Marshel mengakui dirinya khilaf karena tidak berpikir panjang sebelum mengunggah video itu dan menyebut tindakannya sebagai sebuah kebodohan.
Ayah dua anak ini juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menerima bayaran dan video tersebut sudah ia hapus dari akun Instagramnya.
“Saya salah karena tidak berpikir panjang sebelum menaikan video itu, memang bodoh saya. "