Demo Buruh

6 Pemicu Kelakuan Anggota DPR yang Buat Rakyat Marah: Nafa Urbach Ngeluh Macet, Ucapan Kasar Sahroni

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMICU AMARAH - Berikut 6 pemicu kelakuan anggota DPR yang buat rakyat marah: Nafa Urbach ngeluh macet, ucapan Kasar Sahroni.

Namun, penjelasan itu tidak serta-merta meredakan kemarahan publik yang telah lebih dulu menghitung nominal besar “take home pay” para anggota DPR.

Terlebih lagi, Adies tak menampik bahwa anggota DPR kini mendapat tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan, sebagai pengganti fasilitas rumah dinas anggota DPR yang tak lagi didapatkan.

2. Nafa Urbach singgung kemacetan

SOSOK NAFA URBACH - Nafa Urbach yang kini duduk sebagai anggota DPR Komisi IX dari Fraksi NasDem itu menyampaikan dukungannya terhadap tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan. (Instagram @nafaurbach)

Tak lama setelah klarifikasi Adies, giliran Nafa Urbach yang menuai sorotan.

Artis yang kini duduk sebagai anggota DPR Komisi IX dari Fraksi NasDem itu menyampaikan dukungannya terhadap tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan.

“Anggota Dewan itu kan enggak orang Jakarta semua, guys. Itu kan dari seluruh pelosok Indonesia. Nah, mereka diwajibkan kontrak rumahnya dekat-dekat Senayan supaya memudahkan menuju DPR,” kata Nafa, dalam siaran langsung di media sosial.

Dia bahkan membandingkan dengan dirinya yang tinggal di Bintaro dan harus bergulat dengan kemacetan setiap kali menuju Senayan.

Namun, bukannya mendapat dukungan publik, pernyataannya justru mengundang hujan kritik.

Publik menilai, Nafa gagal membaca situasi. Dia pun akhirnya meminta maaf.

Guyss maafin aku yah klo statement aku melukai kalian,” tulisnya di Instagram Story, Jumat (22/8/2025).

Nafa berjanji akan menjadikan kritik sebagai pengingat agar lebih sungguh-sungguh bekerja.

3. Ucapan kasar Sahroni ke pengkritik DPR

Kemudian, muncul pernyataan pedas Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Syahroni kepada publik yang mengkritik DPR.

Syahroni melontarkan kalimat yang kian memperkeruh suasana ketika menanggapi seruan “Bubarkan DPR” di media sosial.

“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Medan, Jumat (22/8/2025).

Halaman
1234