Sebelum terjun ke dunia hiburan, Uya Kuya memulai kariernya dengan mengikuti Festival Tenda Mangkal Prambors.
Di situ, ia berhasil meraih kemenangan dalam kategori Akapela. Setelah itu, Uya memasuki dunia penyiaran sebagai seorang presenter radio.
Saat masih menjadi mahasiswa Ilmu Politik Universitas Indonesia, Uya aktif dalam mendirikan sebuah grup vokal akapela yang diberi nama MT Voices pada 1999.
Pada 2003, Uya memutuskan untuk bersolo karier dan mulai bermain film "Cinta 24 Karat" bersama Rena Tabitha, Ivan Gunawan, dan Indra Bekti.
Setelah itu, dia juga terlibat dalam berbagai film dan menjadi produser serta pencipta lagu film drama komedi tersebut.
Uya juga dikenal sebagai pembawa acara televisi dengan acara-acara unik seperti Playboy Kabel, Ketok Pintu, dan Hari Yang Aneh.
Puncak kesuksesan Uya ada pada acara Uya Emang Kuya yang memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Reality Show Terbaik di Panasonic Gobel Awards pada 2011 dan 2012.
Kini, Uya mulai merambah ke platform Youtube dengan konten khas hiburannya. Lama berkarier di dunia hiburan, Uya lantas melebarkan sayapnya di dunia politik.
Uya Kuya berhasil lolos menjadi Anggota DPR RI periode 2024-2029 lewat daerah pilihan (dapil) DKI Jakarta II.
Saat dilantik pada bulan Oktober lalu, Uya Kuya mengaku memiliki keinginan khusus bertugas di sejumlah komisi yang membidangi hukum, pertahanan, pendidikan, hingga isu migran.
Uya Kuya Dianggap Tak Peka
Warga tersebut juga menekankan bahwa Uya Kuya dan orang-orang seperti dia tidak memahami penderitaan yang dialami korban kebakaran yang harus berjuang untuk membangun kembali hidup mereka setelah kehilangan tempat tinggal.
"Mereka tidak mengerti apa yang kami rasakan. Mereka tidak merasakan kesulitan mengganti segala yang telah hilang," ujarnya.
"Ini sangat menyedihkan, orang-orang seperti ini mengambil keuntungan dari penderitaan kami tanpa mengerti apa yang kami alami. Benar-benar konyol," imbuhnya lagi.
Pemilik rumah berharap agar konten kreator, termasuk Uya Kuya, lebih peka terhadap penderitaan warga Los Angeles dan tidak kembali untuk mencari keuntungan pribadi dari bencana ini.