Sedangkan ulama Al-Malikiyah berpendapat bahwa itikaf dilaksanakan minimal satu malam satu hari.
Majelis Tarjih Muhammadiyah sendiri berpendapat bahwa itikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa durasi waktu tertentu, misal dalam waktu satu jam, dua jam, tiga jam dan seterusnya, dan boleh juga dilaksanakan dalam waktu sehari semalam (24 jam).
- Tempat melaksanakan itikaf
Aktivitas itikaf dapat dilakukan di dalam masjid selama bulan Ramadan.
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait apakah masjid yang bisa digunakan untuk itikaf harus masjid yang biasa dipakai berjemaah (jami') atau semua jenis masjid.
Ulama Al-Hanafiyah berpendapat bahwa masjid yang bisa dijadikan tempat itikaf adalah masjid yang memiliki imam dan muazin khusus.
Sementara itu, ulama Al-Hanabilah berpendapat bahwa itikaf hanya bisa dilaksanakan di masjid yang biasa dipakai untuk salat berjemaah atau bersama-sama.
Majelis Tarjih Muhammadiyah menyatakan bahwa itikaf diutamakan di masjid jami' atau masjid yang biasa digunakan untuk salat Jumat. Namun, itikaf juga bisa dilakukan di masjid biasa.
Baca juga: Adakah Amalan Sholat Lailatul Qadar? Buya Yahya: Perbanyaklah Anda Salat di Malam-Malam Ramadhan
- Cara itikaf
Tata cara melaksanakan iktikaf adalah dengan cara berdiam diri di masjid dalam kurun waktu tertentu sambil melakukan amalan-amalan atau ibadah.
Berikut sejumlah amalan yang bisa dilakukan seseorang yang beritikaf:
- Melaksanakan salat sunat seperti salat tahiyatul masjid, salat lail, dan lain-lain
- Membaca Al-Qur'an dan tadarus Al-Qur'an
- Berdzikir dan berdoa
- Membaca buku-buku agama
(TribunStyle.com/Amr) (Kompas TV/Ikhsan Abdul Hakim)
Sebagian artikel diolah dari Kompas TV