Baik Swift maupun Gomez belum berkomentar mengenai perang di Gaza atau kehadiran mereka di acara tersebut.
Boikot merek Gomez
Kehadiran Selena Gomez di acara amal ini sempat menimbulkan pertanyaan di dunia maya, menyusul meningkatnya kontroversi setelah para penggemarnya menuduh merek kecantikannya, Rare Beauty, tetap diam di tengah pemboman yang sedang berlangsung di Gaza.
Mantan penggemar aktor dan penyanyi tersebut menyerukan boikot global terhadap mereknya setelah dia pertama kali tidak memberikan komentar mengenai perang yang sedang terjadi, dan kemudian pada tanggal 30 Oktober mengumumkan bahwa dia telah "beristirahat dari media sosial karena hati saya hancur melihat semuanya. kengerian, kebencian, kekerasan dan teror yang terjadi di dunia".
Dia juga dituduh "berpusat pada dirinya sendiri" setelah, di postingan yang sama, dia menulis: "Saya berharap saya bisa mengubah dunia, tapi postingan tidak akan bisa."
Pada tanggal 5 November, merek Rare Beauty memposting foto di Instagram dengan tulisan "krisis kemanusiaan di Gaza", dengan keterangan yang menyatakan bahwa mereka akan memberikan sumbangan kepada Palang Merah Internasional, Magen David Adom dan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Fans mengkritik Gomez karena memilih organisasi Israel untuk menyumbang. Menurut situsnya, badan amal Magen David Adom menggambarkan dirinya sebagai "diamanatkan oleh pemerintah Israel".
Organisasi ini memberikan bantuan darurat dan bencana dan juga “bekerja sama dengan otoritas darurat dan keamanan lainnya” seperti polisi Israel dan tentara Israel.
Dalam salah satu komentar, seorang pengguna media sosial menulis: "Jadi biar saya luruskan, Anda memilih yayasan Israel untuk mendukung Gaza? Anda menggunakan Gaza sebagai PR? Boikot Kecantikan Langka."
Yang lain menulis: "Sama sekali TIDAK - Magen David Adom adalah organisasi Israel yang memiliki hubungan dengan IDF - yang jika kita tidak memperhatikan, juga merupakan tentara yang sama yang mengebom Gaza hingga terlupakan. Jadi pada dasarnya Anda menyumbang ke Palestina dengan MEMBAYAR orang yang sama yang membunuh mereka?! Kita tidak semudah ini menyesatkan Rare Beauty."
(*)
Artikel diolah dari Tribunnews.com
Penulis: Choirul Arifin