TRIBUNSTYLE.COM - Chunmei lahir di daerah pedesaan Tiongkok.
Kehidupannya setiap hari terbilang sangat sulit.
Bahkan di hari bersalju dan dingin, dia masih harus keluar dan memungut sampah untuk mencari nafkah.
Dilansir TribunStyle.com dari Eva.vn, banyak orang yang merasa kasihan dengan keadaannya dan segera mengumpulkan sampah dan botol plastik untuk diberikan kepadanya.
Sejak kecil, ia tidak memiliki kasih sayang dari kerabat.
Padahal kondisi kakinya sakit sehingga kesulitan berjalan.
Ketika orang tuanya meninggal, dia harus tinggal bersama pamannya.
Baca juga: GEGER Pengantin Pria dan Wanita Kesurupan di Tengah Pernikahan, Minta Kembang 7 Rupa, Tamu Ketakutan
Dia kemudian menikah dengan pria tak dikenal untuk meringankan beban keluarga.
Nasib buruk Chunmei belum berakhir.
Setelah menikah, karena kakinya tidak nyaman untuk berjalan, ia kerap dimarahi keluarga
suaminya.
Setelah bosan dengan istrinya, suaminya mengambil seluruh harta benda yang ada di rumah dan pergi.
Banyak orang menjauh karena tidak ingin membantu Chunmei.
Dalam keputusasaan, dia pergi ke rumah bobrok di pinggiran kota untuk tinggal sementara, memungut sampah untuk mencari nafkah.
Nasib memang tidak adil baginya, tapi dia adalah orang yang baik.
Suatu ketika saat memungut sampah, dia mendengar seorang anak menangis.