TRIBUNSTYLE.COM - Zhafira Devi Liestiatmaja alias ZDL tega membuang bayinya sendiri di Bandara Ngurah Rai, Bali hanya karena takut kekasih barunya tahu.
Sebelum membuang darah dagingnya, selebgram asal Semarang itu melahirkan sendiri di kamar mandi saat kekasih barunya tidur pulas.
Belakangan terkuak trik ZDL dalam menutupi kehamilannya selama ini.
Ya, seorang pria berinisial J yang merupakan warga negara asing alias WNA Singapura tak sadar pacar selebgramnya ternyata hamil besar.
Sampai kekasihnya melahirkan, J bahkan tak tahu sama sekali.
Baca juga: Selebgram ZDL Buang Bayinya di Bandara Bali, Tahu Hamil saat Kandungan 8 Bulan, Gonta-ganti Pasangan
Padahal J sedang bersama kekasihnya yang merupakan selebgram bernama Zhafira Devi Liestiatmaja (28) ketika wanita tersebut melahirkan.
J menginap di kamar yang sama dengan Zhafira. Zhafira melahirkan di kamar mandi ketika J tertidur pulas.
Kasus selebgram sekaligus model yang melahirkan di kamar mandi salah satu hotel di Legian, Bali ini sedang viral.
Zhafira tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya lalu membuang jasad korban di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.
Ia membungkus darah dagingnya menggunnakan kantong plastik berwarna putih yang kemudian ditemukan tukang sapu di bandara.
Setelah ditangkap polisi, terungkap Zhafira nekat membunuh bayinya karena takut ketahuan J.
Zhafira mengaku ingin menjalani hubungan yang serius dengan J sehingga sebisa mungkin berusaha menyembunyikan masa lalunya.
Kepada polisi Zhafira mengaku tak tahu siapa ayah dari anaknya karena kerap gonta ganti pasangan.
Zhafira hamil sejak Januari 2023, tetapi baru sadar Agustus 2023 ketika kehamilannya berusia 8 bulan.
Baca juga: KRONOLOGI Selebgram Semarang Buang Jasad Bayi di Bandara Ngurah Rai, Motif Tak Tahu Siapa Ayahnya
Saat itu Zhafira berusaha keras supaya J tak tahu kondisi dirinya yang hamil tua.
Dikutip dari Kompas.com, Zhafira rupanya menutupi perut besarnya dengan baju yang longgar.
"Dia menutupi kehamilan dari pacar barunya. Dia pengen serius dengan pacarnya yang ini," kata Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti.
Pada Minggu (15/10/2023) kontraksi itu akhirnya dirasakan Zhafira.
Saat itu Zhafira sedang menginap bersama J di sebuah hotel di Bali.
Kontraksi itu dirasakan Zhafira pukul 03:00 Wita hingga membuatnya bolak-balik ke kamar mandi.
Hingga akhirnya pada 08:00 Wita, bayi laki-laki dilahirkan oleh Zhafira di kamar mandi.
Sedihnya bukan pelukan yang didapatkan bayi tersebut setelah lahir ke dunia.
Bayi tersebut malah dimasukan ke dalam kloset agar suara tangisan si bayi tidak terdengar kekasihnya.
Baca juga: MENGENAL Zhafira Devi Liestiatmaja, Model Cantik Buang Bayi di Ngurah Rai, Takut Kekasih Baru Tahu
"Sempat hidup bayinya, sempat nangis. Tapi ditutup klosetnya agar tak ketahuan oleh pacarnya yang sedang tidur di kamar,"
"Mungkin sudah meninggal saat itu," kata Dayu.
Selanjutnya Zhafira membersihkan darahnya bekas melahirkan di kamar mandi.
Lalu memasukan jasad bayinya tersebut ke dalam kantor plastik putih.
Pelaku kemudian memesan taksi online untuk menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.
Sekitar pukul 15.25 Wita, kantong plastik berisi jasad bayi terebut ditinggalkannya di taman yang berada di Drop Zone 2 Terminal Keberangkatan Domestik.
Setelah itu pelaku berangkat ke Semarang, Jawa Tengah, menggunakan maskapai Lion Air JT 0925.
"Saat itu wajahnya memang tidak terlalu kelihatan tapi kita tarik lagi CCTV ke belakang dan ke depan baru terlihat dia memasuki terminal domestik untuk check-in ke Semarang dengan salah satu maskapai penerbangan," lanjut Dayu.
Zhafira kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Pasal 342 KUHP tentang pembunuhan bayi yang dilakukan dengan perencanaan.
Detik Detik Penemuan Jasad Bayi
Berawal pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2023 pukul 16.30 Wita, saat pelapor (Ni Wayan Darmiati) saat melaksanakan tugas ( facility care outdoor ) atau tukang sapu di area Droop Zone 2 Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Disaat pelapor mengambil sampah di tong sampah pelapor menemukan tas plastik warna putih, yang mencurigakan karena berisi darah segar saat itu datang teman pelapor atas nama Lidiawati dan melihat bungkusan plastik tersebut.
Kemudian dimasukan ke dalam plastik sampah hitam, secara bersama-sama dibawa ke tempat penampungan sementara di sebelah barat gedung Wisti Sabha lama.
Selanjutnya bungkusan plastik tersebut di buka oleh teman pelapor seorang laki-laki, atas nama Endra setelah di buka ternyata isinya orok laki-laki dengan tali pusar dan ari-ari yang masih lengkap.
Atas penemuan orok tersebut kemudian pelapor melaporkannya ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Atas laporan penemuan orok tersebut, dan atas perintah Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti, S.E kepada Kasat Reskrim Iptu Rionson Ritonga S.H., M.H. melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebu
Selanjutnya Tim Opsnal Garuda Bhuana melakukan mengamankan tempat penemuan orok, lalu melakukan identifikasi terhadap orok tersebut, mengirim orok tersebut ke kamar jenazah untuk pemeriksaan visum dan auotopsi dan mencari hasil rekaman CCTV di Terminal Keberangkatan Domestik.
Data-data pelaku kemudian tim opsnal melakukan pemetaaan keberadaan pelaku di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2023 pukul 10.00 WITA tim Opsnal Garuda Bhuana, di bawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu Rio Ritonga berangkat ke Semarang, Jawa Tengah kemudian langsung melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap keberadaan pelaku.
Sehingga sekira pukul 17.30 WIB, Tim Opsnal Garuda Bhuana dapat mengamankan pelaku berinisial ZDL beserta barang bukti di rumahnya di Semarang Jawa Tengah tanpa perlawanan, lanjut di terbangkan ke Bali untuk proses penanganan lebih lanjut.
(TribunJakarta.com/Siti Nawiroh) (TribunSumsel.com/Thalia Amanda Putri)
Diolah dari artikel TribunJakarta.com dan TribunSumsel.com