Bagaimana awal mulanya?
Nevi Siska juga sempat menjelaskan duduk perkara masalahnya dengan Tarmuji.
"Kalau diceritain dari awal gak akan habis videonya, panjang karena ini udah bertahun-tahun," kata Nevi Siska dikutip TribunJakarta.com, Minggu (15/10/2023).
Awalnya diceritakan Nevi Siska, tetangganya itu membatasi tanahnya menggunakan ranting kayu, pohoh, hingga rumput tinggi.
Nevi Siska menyebut hal ini membuat halaman rumahnya kotor.
"Jadi inisiatif lah sama suami bikin pembatas pakai batu bata diisi paving blok biar bersih intinya biar aku bisa sapu-sapu," sambungnya.
"Di situ si bapak awal mula emosi," kata Nevi Siska.
Nevi Siska mengatakan, tetangganya menanam beberapa pohon rambutan, jambu, dan lain-lain yang ditanam di depan rumahnya.
Namun ada pohon yang ditanam memasuki tanah milik Nevi Siska.
"Karena ada yang masuk ke tanah kami dan kami mau bikin bata itu (paving blok) yaudah kami cabut (tanamannya) tanpa izin mereka karena udah masuk tanah kami," sambungnya.
Malamnya setelah Nevi Siska dan suami mencabut tanaman tersebut, tetangganya mengamuk.
"Mereka ngerobohin batu-bata kami, kami laporin ke polsek tapi gak ada mediasi," kata Nevi Siska.
Baca juga: Kisah Pria Isolasi Selama 55 Tahun, Tetangga Kasih Makan Dilempar dari Pagar: Fobia pada Wanita
Setelah kejadian itu Nevi Siska dan tetangganya menjadi tidak akur.
Selain itu, Nevi Siska menceritakan awal mula tetangganya meludah ke arah rumahnya.
"Waktu itu suami aku sempat sakit tenggorokan, batuk berdahak. Kami pulang jualan suamiku ini batuk berdahak di depan rumah, tapi bukan meludah ke arah si bapak,"