Sikap menghindar ini membuatnya minder karena teringat dulu suaminya pernah mencintai seorang gadis.
Hanya saja aat itu ibunya tidak menyetujuinya.
Karena saat itu Ly Dong Hong menyukai Liu Wei Wei dan sering merawat ibu Liu, keluarganya sangat mendukung hubungan ini.
Pada akhirnya Luu Vi Vi putus dengan pacarnya dan kemudian memilih menikahi Ly Dong Hong sesuai keinginan ibunya.
Tidak banyak cinta di antara mereka berdua di awal pernikahan.
Jadi dia bertanya-tanya apakah suaminya benar-benar mencintainya atau tidak.
"Jadi apakah anak tersebut adalah anak haram suaminya” menjadi simpul di hatinya sehingga menyebabkan hubungan pasangan tersebut lambat laun menjadi renggang.
Ia dan suaminya dulunya memiliki peternakan pribadi dengan pendapatan yang
cukup baik.
Namun, untuk merawat putri angkatnya, mereka menghabiskan banyak uang tabungannya.
Dikombinasikan dengan sejumlah faktor lain, peternakan tersebut akhirnya terpaksa ditutup.
Setelah menghabiskan seluruh tabungannya, keluarganya terlilit hutang.
Setelah berpikir sejenak, Luu Vi Vi memutuskan untuk pergi bekerja jauh untuk melunasi hutang keluarganya.
Ly Dong Hong memahami bahwa kepergian suaminya adalah sebuah pembebasan.
Dia menjadi semakin tertekan dan kesal, namun tetap mengabdikan dirinya untuk membesarkan anaknya yang masih kecil.
Karena tidak mengenyam pendidikan, Luu Vi Vi hanya bisa mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan kasar.
Dia bekerja sebagai porter di gudang pendingin.