Berita Viral

'Hanya Anak Petani' Oknum Guru di Takalar Diduga Bully Murid, Para Siswa Kompak Tegur: Halal Pak!

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Oknum guru di SMAN 3 Takalar, Sulawesi Selatan diduga bully siswanya dengan sebutan hanya anak petani

TRIBUNSTYLE.COM - Beberapa waktu terakhir permasalahan antara guru dan murid sedang marak terjadi, mulai insiden gunduli rambut hingga pembacokan.

Terbaru, seorang oknum guru SMA di Takalar, Sulawesi Selatan diduga merendahkan pekerjaan orangtua muridnya yakni petani.

Reaksi murid-murid di kelas pun disorot karena langsung mengingatkan guru tersebut.

Ya, viral di media sosial sebuah video yang menarasikan seorang guru bully siswanya dan menyebutnya hanya anak petani.

Guru tersebut membully siswa itu di depan kelas, disaksikan oleh teman-teman korban.

Sontak pernyataan guru yang menyebut hanya anak petani itu membuat murid lainnya yang berada di dalam kelas meradang.

Baca juga: TAK SOPAN! Siswa Santai Gambar Hal Tak Senonoh di Papan Tulis, Padahal Ada Guru Wanita di Dekatnya

Oknum guru di SMAN 3 Takalar, Sulawesi Selatan diduga bully siswanya dengan sebutan hanya anak petani (Instragram @terangmedia)

Momen saat guru sebut siswa itu hanya anak petani direkam oleh salah satu murid, dan kini rekaman itu beredar luas di media sosial.

Adapun salah satu akun yang membagikan video itu adalah akun Instagram @terangmedia.

Dalam keterangan unggahan itu disebut bahwa insiden itu terjadi di salah satu SMA di Takalar, Sulawesi Selatan.

“Beredar video di beberapa group whatsapp di Kabupaten Takalar memperlihatkan seorang guru membully salah satu siswanya dikarenakan hanya seorang anak petani,” isi narasi dalam keterangan unggahan itu.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat seorang guru sedang terlibat dalam sebuah perdebatan dengan seorang siswa laki-laki di depan seluruh kelas.

Momen perdebatan antara guru dan siswa tersebut terekam oleh seorang siswi yang merupakan teman sekelas dari siswa tersebut.

Siswi yang mengambil video tersebut terdengar memberikan dukungan kepada teman sekelasnya dan mengecam tindakan guru yang membully temannya hanya karena orangtua siswa tersebut bekerja sebagai petani.

“Astagfirullah, petani pekerjaan tonji pak. Yang penting tawwa halal ji,” kata siswi perekam video.

“Kenapa ki salahkan anak petani? Tidak terima ka pak, kah temanku,” sambungnya.

Halaman
123