Lalu saat dia mendekati kandang singa beberapa warga yang melihat meneriaki Abodunrin.
Abodunrin pun juga tak mengindahkan peringatan para penjaga kebun binatang.
Ada juga laporan lain tentang kejadian yang menyatakan Abodunrin meyakinkan salah satu penjaga kebun binatang untuk mengizinkannya masuk ke kandang singa.
Disebutkan bahwa Abodunrin berhasil berbicara kepada penjaga dengan alasan agar Tuhan menunjukkan keajaibannya.
Selain itu ada juga yang menyebutkan Abodunrin sebenarnya menyelinap ke kandang singa.
Lalu kucing-kucing besar itu awalnya mundur saat melihat Abodunrin, namun semua berubah ketika ada satu singa yang maju dengan ganas.
Dalam keterangan beberapa saksi disebutkan bahwa nyawa Abodunrin tak selamat karena dicabik-cabik secara ganas di kandang singa.
Ada lagi laporan bahwa Abodunrin melihat kucing besar yang ia datangi itu justru mundur ke pojok kandang, dan mulai yakin bahwa ada sebuah keajaiban.
Hingga akhirnya ia merasa telah menjinakkan singa, lalu Abodunrin terus melantunkan ayat-ayat Alkitab.
Seraya memberi isyarat dan berbicara kepada singa untuk diam.
Namun dalam sekejap, singa-singa itu menerkamnya dan mencabik-cabik Abodunrin.
Tidak ada yang bisa masuk untuk menyelamatkannya.
Wisatawan dan pengunjung menyaksikan pemandangan mengerikan itu.
Kisah Daniel dan gua singa di Alkitab
Kisah yang dimaksu Abodunrin yaitu ada dalam kitab Perjanjian Lama Daniel pasal 6.
Kisah itu menceritakan bagaimana seorang anak laki-laki Yahudi bernama Daniel bertugas di istana raja hingga zaman Cyrus, kaisar Persia.
Daniel dilemparkan ke kandang singa oleh Raja Nebukadnezar dari Babel untuk dimakan oleh kucing-kucing besar.
Tetapi secara ajaib Daniel justru bertemu dengan singa jinak.
(*)
(Tribunstyle/Dhimas)