Namun untuk kondisi Satunah jauh lebih baik ketimbang Rahmah.
Meski penyandang disabilitas, untuk sekedar makan dan mandi sendiri saja Satunah masih bisa.
Hamzah menceritakan, ia tetap bekerja di sebuah perusahaan percetakan meski mengurus keduanya.
Dapur mereka harus tetap ngebul.
Sehingga Hamzah harus pintar membagi waktu diantara kesibukannya ini.
Beruntungnya ia mendapatkan bos yang baik.
Bosnya mau mengerti kondisi yang dialaminya dan mentolerir keterlambatan Hamzah.
"Kerja di percetakan. Waktu kerja ya seperti jam kerja biasa, hanya saja saya sudah minta izin berangkat kerja agak telat karena ngurus ibu. Jadi berangkat dari jam 9 atau 10, pulang jam 4 sore," ceritanya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (2/9/2023).
Baca juga: VIRAL Kisah Amel Bocah SD Majalengka Ikhlas Rawat Adik & Kakek yang Kena Stroke, Rumahnya Miris
Sebelum berangkat kerja ia memastikan keperluan ibu dan tantenya sudah terpenuhi.
Dengan begitu hatinya bisa jauh lebih tenang ketika berada di tempat kerja.
Untuk sarapan misalnya, Hamzah memilih untuk memasaknya sendiri.
Selama memasak, ia sembari menjemur ibunya di pelataran rumah.
Begitu semua rapi, ia juga tak lupa memandikan dan menggantikan pakaian ibunya.
Kata dia, Satunah masih bisa diandalkan ketika ia bekerja.
Satunah masih bisa memberikan ibunya minum maupun makan.