TRIBUNSTYLE.COM - Demi dapat tambahan uang jajan, pemuda di Tanjung Priok jadi germo, jajakan PSK lewat Facebook.
Aksi nekat pemuda berinisial MI (22), asal Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi Germo.
Pemuda tersebut menjajakan pekerja seks komersial (PSK) lewat media sosial.
MI sudah lihai memainkan bisnis prostitusi online sebagai muncikari kelas teri, meski usianya masih cukup muda.
Menurut keterangan Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natalia Rungkat, MI menawarkan para PSK kepada pria hidung belang melalui Facebook.
Baca juga: Sehari 5 Pelanggan Pengakuan PSK Online di Bogor, Ternyata Masih di Bawah Umur, Segini Tarifnya
"Adapun modus operandi tersangka menawarkan pelayanan seksual wanita melalui media sosial dengan mengambil keuntungan," Kata Yunita saat dikonfirmasi pada Selasa (13/6/2023).
Beruntung, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok sigap mengamankan pelaku di sebuah hotel kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Usai diinterogasi polisi, MI mengaku menjual wanita kepada pria hidung belang senilai Rp 1.350.000 dan dirinya dapat keuntungan Rp 500 ribu.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Angga Saputra mengatakan, tersangka mengakui telah menjalani bisnis haram tersebut sebanyak 10 kali.
"Dari pengakuan yang bersangkutan, dia sudah melakukan hal ini sebanyak 10 kali dan hasil dari bisnis esek-esek ini disebut untuk mencari uang tambahan sehari-hari," ungkapnya.
Dari hasil penangkapan MI, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 1.350.000, dua buah pakaian dalam wanita, satu lembar bukti Check In Hotel, satu buah handphone dan 1 buah tas.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 296 KUHP atau 506 KUHP terkait perbuatan cabul dengan ancaman pidana penjara satu tahun empat bulan.
INNALILLAHI Puas Berhubungan dengan PSK, Kakek Ini Kejang Tak Sadarkan Diri, Ditemukan Tanpa Celana
Seorang kakek di Kendari tewas setelah berhubungan badan dengan seorang PSK.
Dia mengalami kejang hingga tak sadarkan diri setelah puas bercinta di sebuah gubuk.
Warga kemudian geger, polisi menemukannya sudah tak bernyawa dan tanpa celana.
Seperti apa kisah lengkapnya?
Baca juga: 17 Kali Berhubungan Badan, Gadis Ini Baru Tahu Ternyata Pacarnya Wanita: Pantes Suruh Lepas Kacamata
Seorang kakek berinisial LT ( 75) ditemukan tewas dalam kondisi setengah telanjang di sebuah gubuk, di jalan Mekar Jaya Indah Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/6/2023) pagi.
Saat ditemukan, warga Kecamatan Mandonga, Kota Kendari itu, hanya mengenakan baju kaus berkerah.
Belakangan diketahui, pria yang berprofesi sebagai tukang batu itu sempat mengalami kejang usai berhubungan badan dengan pekerja seks komersial (PSK) berinisial LN (43).
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi membenarkan kejadian tersebut.
Fitrayadi menjelaskan, petugas piket kepolisian mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan mayat tanpa identitas sekitar pukul 09.15 Wita.
"Keterangan saudari LN awalnya sekitar pukul 08.00 Wita, ada seorang laki-laki yang hendak memesan perempuan untuk berhubungan badan.
Setelah itu saksi tersebut menemani korban tersebut di sebuah gubuk di depan hotel lorong Pura Agung Jalan Mekar Jaya Indah kota Kendari dengan maksud berhubungan badan," kata Fitrayadi dalam keterangan tertulisnya.
Setelah korban dan saksi melakukan hubungan badan, korban tiba-tiba langsung kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri.
Kemudian saksi LN menyampaikan kejadian tersebut ke warga sekitar.
Setelah itu, warga langsung menghubungi polisi.
"Kami mendatangi dan mengamankan TKP.
Kemudian melakukan olah TKP dan membawa mayat ke rumah sakit Bhayangkara Kendari serta melakukan penyelidikan," ujarnya.
Baca juga: Remaja di Trenggalek Paksa Pacarnya Berhubungan Badan Berkali-kali, Pelaku Ancam Sebar Video Asusila
Pihaknya juga menyita beberapa barang bukti di lokasi kejadian.
Di antaranya satu celana panjang warna silver yang berisikan uang sejumlah Rp333.000, satu bungkus rokok, satu buah korek gas warna merah, dan tiga buah kunci.
Lalu satu celana pendek warna hitam putih berisikan uang sebesar Rp3.900.000, satu buah celana dalam warna hijau, topi warna biru, kaca mata dan satu pasang sandal serta satu kain lap motif bunga.
(WartaKotalive.comm/M. Rifqi Ibnumasy/KOMPAS.com/ Kiki Andi Pati).
Artikel ini diolah dari WartaKotalive.com