Berita Viral

INNALILLAHI Wanita Tewas seusai Operasi Perbesar Payudara, Dokter Beri Obat Bius Terlalu Banyak

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi, operasi pembesaran payudara.

TRIBUNSTYLE.COM - Nahas wanita hilang nyawa seusai operasi pembesaran payudara, dokter diduga beri obat bius terlalu banyak harus ke pengadilan.

Dokter itu dituduh sebagai penyebab wanita pelanggan operasi pembesaran payudara dan percantik area pribadi meninggal.

Selama operasi di payudara kanan, sang wanita pelanggan mengeluh sakit, sehingga dokter menambahkan lagi obat bius.

Ketika pindah ke payudara kiri, wanita itu menunjukkan wajah pucat.

Bagaimana kronologi dan nasib si dokter malpraktik itu?

Baca juga: VIRAL Curhatan Dokter Muda Sering Dibully Senior, Kena Maki Telat Balas WA, Pilih Resign: Parah!

Ilustrasi, wanita meninggal saat operasi pembesaran payudara. (Istimewa)

Dua tahun berlalu, akhirnya dokter tersebut harus hadir di pengadilan pada 10 Mei 2023.

Menurut VNE, Pengadilan Rakyat Distrik Binh Tan, Kota Ho Chi Minh, Vietnam, akan mengadili Phan Duc Hong (61 tahun, tinggal di Distrik Binh Tan).

Phan Duc Hong, dokter bedah plastik itu, didakwa telah melanggar peraturan tentang pemeriksaan medis dan perawatan di kasus menyebabkan kematian menurut Pasal 315 KUHP, ancaman hukuman 1-5 tahun penjara.

Menurut dakwaan, pada pagi hari tanggal 3 Juli 2021, Le (30 tahun) pergi ke rumah Hong di bangsal Binh Hung Hoa A, distrik Binh Tan, untuk pembesaran payudara dan bedah kosmetik swasta dengan biaya sebesar Rp47 juta.

Setelah mengukur tekanan darah, detak jantung, Hong membawa Le ke sebuah ruangan di lantai pertama.

Dia kemudian menyuntikkan dua ampul Lidocaine di bawah kulit dadanya.

Baca juga: HANCUR HATIKU Derita Istri Kanker Payudara Parah, Suami Malah Bermesraan dengan Janda Kembang

Ilustrasi, operasi pembesaran payudara. (Istimewa)

Selama operasi di payudara kanan, wanita itu mengeluh sakit, sehingga dokter menyuntikkan lebih banyak obat bius.

Saat menjalani operasi di payudara kiri, Le menunjukkan tanda-tanda gagal napas dan wajah pucat.

Hong menghentikan operasi, secara aktif membantu resusitasi, memberikan oksigen, tetapi korban berubah menjadi kejang.

Dokter memanggil putrinya yang berusia 17 tahun untuk membantu memeras balon oksigen.

Halaman
12