TRIBUNSTYLE.COM - Wanita ini dianiaya oleh suaminya 3-4 kali dalam sebulan, meskipun orang tuanya memaksa untuk bercerai, dia tetap menolak mengakhiri pernikahannya.
Banyak orang berpikir bahwa KDRT tidak dapat diterima dalam pernikahan.
Namun, masih ada orang yang keras kepala mempertahankan pernikahan meski dipukuli dan dianiaya berulang kali.
Ialah Tieu Pham, ngeyel mempertahankan rumah tangganya meski kerap mendapat KDRT dari suami.
Lantas apa alasan Tieu Pham tak ingin pisah dan mengabaikan nasihat kedua orang tua angkatnya meski di-KDRT?
Baca juga: CERAIKAN Lewat WhatsApp, Antonio Dedola Ngaku Kena KDRT, Nikita Mirzani: Gelas Kecil Gak Kena Wajah
Kisah ini berawal dari pasangan Ibu Ly dan suaminya yang tidak subur.
Sekitar 30 tahun yang lalu, dia dan suaminya mengadopsi seorang anak perempuan di desa tetangga.
Butuh banyak kerja keras untuk membesarkan sang anak, Tieu Pham sehingga wajar ia selalu menjadi kebanggaan di mata orang tua angkatnya.
Belakangan, Tieu Pham menjadi seorang guru dan menikah seperti kebanyakan orang lainnya.
Saya pikir setelah menikah, Ibu Ly dan suaminya akan mengalami lebih sedikit masalah, tetapi tanpa diduga, putri tersebut malah membuatnya semakin khawatir.
Setiap hari di dalam rumah selalu terjadi pertengkaran yang membuat Ibu Ly dan suaminya kelelahan baik lahir maupun batin.
Tieu Pham dan suaminya telah menikah selama 5 tahun, memiliki 2 anak bersama, tetapi sering bertengkar lantaran pekerjaan suaminya yang tinggal di kota lain.
Jarang bertemu membuat Tie Pham dan suami kerap bertengkar.
Walhasil ibu Ly dan suaminya bersikeras meminta agar putrinya bercerai.
Baca juga: Digelar Maraton, Sidang Kasus KDRT Ferry Irawan Terhadap Venna Melinda Dipercepat, Ini Alasannya
Ibu Ly memaksa putri mereka untuk bercerai karena menantu laki-lakinya pemarah, mudah tersinggung dan kasar.