Akan tetapi, menurut Pak Ndul, ketika hal tersebut dipublikasikan di media sosial, apalagi dilakukan dengan sadar, dengan menyebut kalimat Bismillah, maka tindakan yang awalnya tidak merugikan orang lain menjadi merugikan orang lain.
"Karena berpotensi membuat kegaduhan, berpotensi melecehkan atau menistakan agama," tegas pria berjuluk Ahlinya Ahli itu.
Pak Ndul juga menyoroti soal alasan Lina Mukherjee membuat konten makan babi tersebut, yakni atas dasar rasa penasaran.
Baca juga: Disindir Bunda Corla Buntut Konten Makan Babi, Lina Mukherjee Semprot Balik: Jangan Sok Suci
Nah, menurut Pak Ndul, alasan penasaran itu tidak bisa dijadikan landasan untuk pembenaran.
Dia pun menganalogikannya dengan rasa penasaran orang terhadap hal berbeda, contohnya memegang aliran listrik.
"Apakah kita itu harus memegang strum listrik untuk bisa tahu rasanya strum listrik? Apakah kita itu harus minum racun untuk tahu rasanya racun? Pembenaran dengan membandingkan dosa makan daging babi dengan dosa-dosa lain yang lebih besar, ini tidak benar!" tegas Pak Ndul.
"Ini logika sungsang, karena tidak ada kebaikan dalam dua keburukan, dan tidak ada unsur keterpaksaan," imbuhnya.
Video Pak Ndul Ahlinya Ahli itu lantas dibanjiri banyak komentar warganet.
"Baru kali ini konten pak Ndul gak ada komedinya sama sekali. Bener2 serius karena ini menyentuh ranah agama..salut sama Pak Ndul. Respect," tulis warganet di kolom komentar.
"Ada kalanya bercanda ada kalanya serius tp kalau masalah akidah pak ndul seriously...mantap pak," tulis warganet lainnya.
Simak video komentar Pak Ndul atas konten makan babi Lina Mukherjee selengkapnya berikut ini.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Baca artikel seputar Lina Mukherjee di sini