Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan berinisial RA (14) yang ditelantarkan di kawasan Depok, Pancoran Mas, juga sering dianiaya ibu kandungnya.
Hal itu diungkapkan ketua RT 001 RW 003, Abdi Rahman berdasarkan keterangan RA ketika ditemukan warga pada Sabtu (4/2/2023).
Dalam pengakuannya, RA sering dipukul ibu kandungnya bahkan disiram air panas. Akibatnya, RA mengalami luka bakar dan luka lebam di tubuhnya.
"Kata anaknya (RA), luka-luka begitu (lebam dan luka bakar) karena sering dianiaya sama ibu kandungnya," kata Abdi kepada wartawan, Senin (6/2/2023).
Abdi menjelaskan, RA menderita luka lebam di bagian pipi, tangan, kami. Sedangkan, bekas luka bakar terdapat di bagian pundaknya.
"Di pundak belakang ada bekas siraman air panas, sampai itu warga mau mandiin enggak bisa karena lukanya sudah nempel baju dengan kulit," ujar dia.
Penganiayaan itu, kata Abdi, bermula ketika RA menegur ibunya lantaran sering berkomunikasi dengan laki-laki lain melalui media sosial Facebook.
Atas teguran itu, ibu kandungnya kemudian naik pitam dan langsung memukuli RA.
"Katanya (RA), ibunya main Facebook dan berkenalan dengan seorang laki laki, sedangkan suaminya sudah meninggal dunia," ujar Abdi.
"Nah, anak ini ngelarang ibunya kenalan di Facebook, terus dipukuli anaknya sama ibu kandungnya," sambung dia.
Baca juga: Bocah 4 Tahun Terjebak di Mesin Pencapit Boneka, Masuk Karena Perintah Kakak, Nangis Tak Bisa Keluar
Tak mau dipulangkan
Anak perempuan berinisial RA (14), yang ditemukan warga di Pancoran Mas, Depok, menolak dipulangkan ke ibu kandungnya.
Untuk diketahui, RA diduga dianiaya dan ditelantarkan ibu kandungnya.
Ia ditemukan dengan kondisi tubuhnya terdapat luka lebam dan luka bakar di RT 001 RW 003, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Depok pada Sabtu (4/2/2023).
Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Depok, AKBP Eko Wahyu Fredian berdasarkan keterangan Ketua RT setempat bernama Abdi Rahman yang menemukan RA di lingkungannya.