"Saya sedikit ketinggalan dalam dunia kencan. Pacar pertama di usia 26 tahu.
Itu bukan karena saya religius. Saya makan daging asap juga," terang Ilana.
Baca juga: Disangka Gejala Menstruasi, Gadis 10 Tahun ini Ternyata Mengidap Kanker Langka, Begini Penjelasannya
Sejak berpacaran itulah Ilana melakukan hubungan fisik.
Setelah lima kali melakukannya, ia mulai merasakan perubahan pada siklus menstruasinya.
"Setelah sekitar lima kali melakukannya, saya mulai mendapatkan menstruasi setiap 28 hari.
Secara insting, tubuh saya seperti pria, wanita terhubung di waktu yang sama untuk bayi," lanjutnya.
Ilana pun stres.
Ia harus membeli tampon saat menstruasi.
Ilana merasa seperti membayar sebuah hubungan.
"Itu benar-benar aneh. Pacar saya tidak hanya membuat saya stres, dia membuat saya menstruasi.
Anda tahu berapa banyak uang yang saya habiskan untuk tampon karena dia. Saya benar-benar membayar untuk aktif dalam suatu hubungan," terangnya.
Baca juga: TANDA Siklus Menstruasi Tak Normal Menurut Dokter, Waspadai Bahayanya, Bisa Pengaruhi Kesuburan
Ilana mengklaim dia telah berbulan-bulan tidak menstruasi dan kini mengalaminya lagi karena punya kekasih.
Lantaran rasa ingin tahu yang tinggi, ia akhirnya pergi ke dokter untuk menanyakannya.
"Saya memberi tahu gyno (dokter kandungan), beberapa hormon wanita akan bereaksi. Saya kira. Saya tidak tahu apa, ketika Anda melakukan hubungan fisik untuk memenuhi kebutuhan sekaligus karena keinginan," tambahnya.
"Seseorang pria harus cukup baik untuk saya sehingga saya baik-baik saja kalau mendapatkan menstruasi. Itu seperti pengorbanan.