Cuaca panas Qatar menjadi faktor utama penyebab Piala Dunia 2022 harus digelar akhir tahun.
Demi menyesuaikan Piala Dunia 2022 Qatar, jadwal kompetisi Eropa musim 2022-2023 harus dipadatkan.
Semua kompetisi Eropa nantinya juga akan dihentikan sementara selama kurang lebih satu bulan ketika Piala Dunia 2022 berlangsung.
Paris dan 5 kota di Prancis umumkan boikot gelaran Piala Dunia 2022 Qatar
Paris bersama 5 kota di Prancis telah melakukan boikot gelaran Piala Dunia 2022 Qatar.
Bukan tanpa sebab, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes pada Qatar yang bertindak sebagai tuan rumah.
Wakil Wali Kota Paris untuk bidang olahraga, Pierre Rabadan, mengatakan jika ibu kota Prancis memutuskan tidak akan memasang layar lebar untuk acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar.
Menurut Rabadan, ada beberapa alasan kenapa Paris pada akhirnya mengikuti jejak Bordeaux, Strasbroug, Lille, dan kota lain di Perancis untuk memboikot turnamen empat tahunan tersebut.
"Yang pertama adalah kondisi penyelenggaraan dari Piala Dunia ini.
Baik dari sisi lingkungan maupun aspek sosial," ujar Rabadan, dikutip TribunStyle.com dari Kompas.com, Rabu (5/10/2022).
"Yang kedua adalah ini menjadi hal yang sementara, fakta bahwa ajang ini diadakan pada bulan Desember," sambungnya.
Baca juga: Jersey Legendaris Si Tangan Tuhan Diego Maradona Siap Dipamerkan di Piala Dunia 2022 Qatar
Piala Dunia kali ini akan diadakan di musim dingin untuk negara-negara Eropa.
Diperkirakan hanya akan terjadi pada edisi 2022 ini sebelum kemudian akan kembali diadakan di musim panas.
"Model untuk acara-acara besar seperti ini bertentangan dengan apa yang ingin Paris selenggarakan," kata Rabadan.
Sementara itu untuk kota Marseille, mereka telah mengumumkan akan melakukan hal yang sama pada Senin (3/10/2022), yaitu meniadakan penayangan pertandingan Piala Dunia dalam skala besar.