Masih Ingat Dinda Kirana? Berperan Sebagai Pelakor di Sinetron Terbaru, Beberkan Kesulitan Ini

Penulis: Vidya Audina Gesty Arinda
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dinda Kirana kembali dengan project baru. Akan berperan sebagai pelakor, khawatirkan hal ini

TRIBUNSTYLE.COM - Dinda Kirana kini miliki tantangan berakting sebagai pelakor, sebutkan kesulitan ini.

Dinda Kirana Sukmawati atau yang dikenal sebagai Dinda Kirana adalah seorang aktris, penyanyi dan model asal Indonesia.

Di dunia akting, Dinda memulai kariernya sejak tahun 2004 melalui sinetron Si Cecep sebagai figuran.

Namun, namanya mulai dikenal publik setelah membintangi sinetron Kepompong di tahun 2008 bersama Aryani Fitriana , Derby Romero, dan Mikha Tambayong.

Muncul dengan project baru, ternyata Dinda Kirana akan bermain di sinetron Takdir Cinta yang Kupilih dan ditantang memainkan karakter bernama Tammy.

Dinda Kirana akan berperan sebagai pelakor di sinetron terbaru (Instagram @dindakirana.s)

Baca juga: Masih Ingat Andrea Dian? Kini Rutin Angkat Beban, Badan Jadi Lebih Berotot Makin Percaya Diri

Bagi Dinda Kirana, cerita sinetron Takdir Cinta yang Kupilih itu membuatnya jatuh cinta.

"Aku suka ceritanya," kata Dinda Kirana saat wawancara virtual dikutip TribunStyle dari Wartakotalive.com, Minggu (11/9/2022).

Di sinetron yang akan tayangan di SCTV tersebut Dinda Kirana beradu akting dengan Jonathan Frizzy dan Alisia Rininta.

Diceritakan, Tammy adalah sahabat Novia (dimainkan Alisia Rininta) dan hal itu sangat menantang kemampuan akting Dinda Kirana.

Sebab, Tammy dikisahkan menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah-tangga (KDRT).

"Tantangannya karena aku belum pernah menikah," kata Dinda Kirana.

Lebih lanjut, Dinda juga harus bisa memainkan emosi Tammy yang menjadi korban tindak KDRT.

Di mana ia merasakan trauma hingga ketakutan mendalam dalam pernikahannya.

Selain skenario, Dinda Kirana juga sangat terbantu dengan arahan sutradara saat memainkan karakter Tammy.

Kendati tak melakukan riset mendalami, tetapi Dinda Kirana banyak membaca banyak buku tentang KDRT.

Halaman
1234