Berita Viral

Enggan Biayai Kehidupan Mewah Adik, Wanita Ini Tak Dianggap Anak oleh Orangtua; Cuma Dianggap Dompet

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wanita ini menjelaskan betapa banyak tekanan, tanggung jawab, dan harapan yang diberikan keluarga kepadanya, saat dia menangis di depan kamera.

Saya mengatakan, bahwa saya sudah selesai dan jika mereka ingin dia tetap di Amerika, mereka harus membiayainya sendiri.

Saya disebut pelit. Saya disebut tidak tahu berterima kasih karena mereka menyebut saya bisa seperti sekarang karena keluarga dan inilah waktu saya untuk membayarnya kembali.

Adalah tanggung jawab saya untuk merawat orangtua dan saudara-saudara saya. Jadi saya adalah dana pensiun mereka, dan dana kuliah untuk adik-adik saya.

Saya merasa terjebak dan dikhianati oleh budaya saya sendiri dan keluarga saya sendiri karena ada harapan bahwa saya harus mengurus segalanya tentang mereka.

Saya sangat menginginkannya. Saya mencintai orangtua saya, tetapi saya dianggap dompet sekarang. Saya hanya sebatas dompet," papar wanita itu.

Baca juga: VIRAL Seorang Ibu Kehilangan Dompet Berisi Uang Rp5 Juta, Kembali Utuh dan Tak Tahan Nangis

Baca juga: VIRAL Guru Cantik Mengajar Sambil Live TikTok, Dituduh Bikin Murid Gak Fokus, Banjir Kritikan

Ilustrasi ibu dan anak-anaknya (lifestyle.inquirer.net)

Bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan orangtua di Asia cenderung sangat keras pada anak-anak mereka.

Di banyak keluarga Asia, kesehatan mental bukanlah topik diskusi utama padahal itu merupakan hal yang penting.

Dalam masyarakat Asia, prestasi dan pendidikan adalah simbol status sehingga orangtua mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik sejak usia dini.

Menurut penelitian ini, harapan umum orangtua Asia adalah bahwa anak-anak mereka secara otomatis akan bahagia dan bersyukur memiliki kehidupan yang nyaman.

Jika tidak demikian, perilaku negatif anak dapat diartikan sebagai kurangnya penghargaan dan rasa hormat terhadap orangtua.

Selain itu, beberapa orangtua mungkin mengambil peran otoriter yang lebih kuat untuk memberi pelajaran kepada anak, sementara orangtua lain mungkin mengambil peran korban, menuduh anak mempermalukan mereka dan keluarga.

(Tribunstyle/ Amr)

Baca artikel lainnya terkait berita viral