Oki Setiana Dewi Dinilai Normalisasi KDRT, Gus Miftah Luruskan Ceramah Kakak Ria Ricis, Singgung Ini

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gus Miftah ikut komentari terkait ceramah Oki Setiana Dewi yang dinilai normalisasi KDRT.

"Mungkin, dugaan saya, pemilihan contoh dan pemilihan diksi kalimat yang kurang pas. Saling mengingatkan," tambahnya.

Di akhir videonya, Gus Miftah menyisipkan pesan soal peran suami dan istri dalam rumah tangga.

"Ingat, istri yang baik adalah istri yang siap diajak menderita oleh suaminya dan suami yang baik tidak akan pernah mengajak istrinya menderita," pungkasnya.

Oki Setiana Dewi buka suara 

Setelah video ceramahnya itu viral beredar di media sosial, Oki Setiana Dewi buka suara.

Adapun isi ceramah Oki Setiana Dewi dianggap oleh banyak pihak sebagai normalisasi KDRT.

Ia pun banjir kritikan dari sejumlah pihak, termasuk para artis.

Baca juga: TURUN Tangan, MUI Beri Tanggapan Terkait Ceramah Oki Setiana Dewi yang Dinilai Menormalisasi KDRT

Baca juga: Profil Oki Setiana Dewi, Aktris dan Pendakwah, Kakak Ria Ricis yang Viral Ceramah soal KDRT

Oki Setiana Dewi banjir kritik terkait ceramah yang dinilai menormalisasi KDRT. (Instagram @okisetianadewi Twitter @NUgarislucu)

Kakak Ria Ricis itu pun buka suara soal ceramahnya yang viral tersebut.

Oki juga mengunggah video potongan yang lebih panjang.

"Assalamu’alaikum sahabat semua, kemarin saya mendapatkan pesan dari beberapa teman mengenai potongan ceramah saya 2 atau 3
tahun lalu.

Di atas inilah videonya versi lebih panjang," tulis Oki Setiana Dewi lewat Instagram, Jumat, 4 Februari 2022.

Ia juga meminta maaf dan bahkan dengan tegas menolak KDRT.

Klarifikasi Oki Setiana Dewi. (Instagram @okisetianadewi)

"Terimakasih atas perhatian dan kasih sayangnya.

Tentu saya sangat menolak kekerasan dalam rumah tangga.

Mohon maaf lahir batin atas kesalahan dalam menyampaikan dan semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kesalahan-kesalahan saya," lanjutnya.

Lebih lanjut, aktris sekaligus pendakwah itu memohon doa dan akan terus belajar untuk menyampaikan dakwah dengan lebih baik ke depannya.

Halaman
1234