“Kami berharap lembaga penyiaran lebih mengedepankan atau mengorientasikan unsur edukasi dari informasi yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang serta sanksi hukum yang telah dijalani yang bersangkutan tidak dipersepsikan masyarakat sebagai risiko biasa,” kata Mulyo.
Mulyo menambahkan bahwa hak individu memang tidak boleh dibatasi tetapi hak publik dan rasa nyaman juga harus diperhatikan karena frekuensi milik publik dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan (termasuk kenyamanan) masyarakat.
“Mengedepankan hak individu tapi melukai hak masyarakat tentu tidak patut dilakukan,” ujarnya.
Baca juga: Arie Kriting Tolak Kerjasama dengan Stasiun TV yang Beri Saipul Jamil Panggung, Saya Tidak Rela
Baca juga: Euforia Kebebasan Saipul Jamil, KPI Ambil Langkah Tegas Ingatkan Stasiun TV Empati ke Trauma Korban
Menanggapi langkah KPI ini, Ernest Prakasa memberikan komentar positif.
Ia menunjukkan respectnya pada KPI lewat komentarnya yang menggelitik di akun Instagram.
Hal ini lantaran banyak netizen yang heran mengapa KPI baru bertindak tegas terkait pemberitaan Saipul Jamil setelah viral protes di medsos.
"Di IG TV gue rata-rata barusan pada komentar, haa dasar Indonesia, apa-apa harus viral dulu baru ditindak.
Hei, teman-teman, menurut saya ni, mendingan viral dulu baru ditindak, daripada udah viral pun tidak ditindak-tindak.
Justru dengan baru viral baru ditindak kita tahu, kalo ada masalah kita harus lapor kemana.
Laporlah ke netizen. Supaya ramai, supaya viral. Niscahya akan ditindak. Enak bukan"
Sempat Bela Saipul Jamil Untuk Muncul di TV, Inul Daratista Minta Maaf
Inul Daratista mengungkapkan permintaan maafnya usai memberikan pembelaan pada Saipul Jamil hingga mendukung mantan suami dari Dewi Perssik itu untuk muncul di TV.
Baru-baru ini, pedangdut Inul Daratista mengungkapkan pembelaannya pada Saipul Jamil yang baru saja bebas dari penjara.
Inul Daratista bahkan mendukung Saipul Jamil untuk muncul di TV.
Namun sayang, pembelaannya itu justru menuai amarah dari khalayak ramai.