Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Tokoh Viral Hari Ini

Perjalanan Sukses Doni Salmanan, Dulu Jadi OB Kini Bisa Sawer Reza Arap 1 Miliar dan Bagi-bagi Uang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Profil Doni Salmanan, dulu jadi OB kini sukses

Reporter: Amirul Muttaqin

TRIBUNSTYLE.COM - Simak perjalanan sukses Doni Salmanan, dulu sempat jadi office boy kini bisa Sawer Reza Arap 1 miliar hingga bagi-bagi uang di jalan.

Nama Doni Salmanan belakangan menjadi sorotan setelah menunjukkan kemurahannya dalam berbagi uang.

Ia diketahui memberi donasi hingga Rp 1 miliar untuk Reza Arap yang sedang live streaming game.

Doni juga membuat heboh dengan aksi bagi-bagi uang di jalanan sekitar Kota Bandung.

Baca juga: 7 Fakta Mutoharoh Crazy Rich Malang Sebar Uang Rp 100 Juta dari Balkon Rumah, 70 Karyawan Berebutan

Baca juga: Profil Setya Nugraha Crazy Rich Viral di TikTok yang Pesan Ojol untuk Keliling Rumah, Direktur Muda

Profil Doni Salmanan (YouTube Langit Entertainment)

Doni Salmanan merupakan seorang trader sekaligus YouTuber yang berhasil meraih kesuksesan di usia muda.

Namun siapa sangka, pemuda 23 tahun itu pernah bekerja sebagai seorang tukang parkir hingga office boy.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, Doni mengaku tidak berasal dari keluarga kaya.

Namun, berkat kerja keras dan semangatnya sehingga dia bisa meraih kesuksesan seperti saat ini.

Ia pun pernah merasakan melamar pekerjaan kesana kemari menggunakan motor tua milik ayahnya, namun selalu ditolak, karena ijazah yang ia miliki hanyalah ijazah Sekolah Dasar (SD).

“Pada masa itu, saya akhirnya hanya bisa bekerja sebagai tukang parkir, tapi walaupun begitu saya selalu punya keyakinan bahwa saya akan sukses di waktu yang akan datang, tinggal bagaimana saya terus berusaha dan mengembangkan diri,” ungkap Doni Salmanan di akun Instagram @Kingsalmanan.

Doni mengaku saat itu dirinya sampai memimpikan bahwa tidak apa saat itu dia memarkirkan mobil orang, namun suatu saat ia akan merasakan bagaimana diparkirkan oleh orang lain.

Akhirnya setelah beberapa waktu menjadi tukang parkir, pemuda asal Bandung itu memberanikan diri untuk melamar ke salah satu bank di daerahnya.

Ia tidak menggunakan ijazah saat melamar, namun langsung menemui supervisornya.

Halaman
123