WUJUDKAN Mimpi Sapri Punya Anak Laki, Irma Pilu, Suami Kini Tiada: Ini Anak yang Dinanti Bapaknya

Editor: Monalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Irma pilu, lahirkan anak yang diimpikan Sapri, sang suami malah berpulang lebih dulu

TRIBUNSTYLE.COM - Lima hari setelah Sapri Pantun meninggal dunia, sang istri, Irma akhirnya melahirkan anak keduanya.

Bahagia namun bercampur dengan sedih itulah yang tengah dirasakan Irma, istri mendiang Sapri Pantun.

Bagaimana tidak, Irma yang sudah mewujudkan impian Sapri memiliki anak laki-laki malah harus kehilangan sang suami untuk selamanya.

Pilunya kondisi Irma ini diungkapkan oleh Doli, adik kandung sekaligus manajer Sapri semasa hidup.

Diakui Doli, selain membawa kebahagiaan, kelahiran bayi laki-laki Sapri tersebut ternyata membuat Irma mengalami perasaan yang campur aduk.

Pasalnya, Irma juga menyesali kepergian Sapri yang hanya berselang lima hari dengan kelahiran anaknya.

Baca juga: Istri Sapri Pantun Lahiran, Teringat Pesan Terakhir Almarhum, Ucapan Bak Pertanda: Gak Mikir ke Situ

Baca juga: Istri Sapri Lahiran, Ruben Onsu Gercep Telepon Ntar Bill-nya Foto, Adik Sapri Kaget: Terlalu Baik

Tangis istri Sapri pecah ceritakan kondisi sang suami (YouTube KH Infotainment, Instagram @sapri_pantun)

Apalagi, anak tersebut merupakan anak laki-laki yang sudah diidamkan Sapri sejak lama.

Menurut Doli, Irma merasa senang sekaligus sedih ketika melihat bayinya untuk pertama kali.

"Tentunya pasti bahagia, tapi haru juga, sedih juga sih," kata Doli dikutip dari kanal YouTube MOP Channel, Minggu (16/5/2020).

"Senang campur sedih, soalnya ini anak yang dinanti sama bapaknya."

Doli membeberkan bahwa selama ini Sapri akrab dengan keponakan-keponakan lelakinya dan berharap memiliki anak laki-laki sendiri.

"Bang Sapri sebenarnya demen tuh sama (anak-red) cowok, dia senang," ungkap Doli, dikutip dari TribunWow.com, Putra Sapri Pantun Lahir 5 Hari setelah Kematian Ayahnya, Adik Beberkan Reaksi Istri sang Komedian.

"Karena kan keponakan-keponakannya cowok semua, selalu Bang Sapri ngajak main."

Lantaran Sapri telah tiada, Doli dan keluarga lainnya berkomitmen untuk membesarkan anak tersebut.

Ia merasa berutang budi dengan Sapri yang telah bekerja keras menghidupi keluarga dan adik-adiknya.

Halaman
123