Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

NANGIS Tahu Muridnya Gugur, Terkuak Kondisi Mantan Komandan KRI Nanggala, Terbaring Tak Bisa Bicara

Editor: Monalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolonel Iwa Kartiwa nangis tahu anak didiknya gugur bersama KRI Nanggala 402

TRIBUNSTYLE.COM - Gugurnya 53 awak KRI Nanggala 402 menyisakan duka bagi mantan komandannya, Kolonel Iwa Kartiwa.

Menangis dalam sunyi, itulah yang tergambar dari kondisi Kolonel Iwa Kariwa saat mendengar kabar anak didiknya gugur bersama KRI Nanggala 402.

Pasalnya, selama puluhan tahun mantan komandan KRI nanggala 402 ini terbaring lemah dan tak bisa berbicara di rumahnya.

Kolonel Iwa terkena radiasi serbuk besi saat menjalankan tugas di kapal selam.

Kolonel Iwa merupakan lulusan Akademi Militer Angkatan Laut Tahun 1991 dan sepanjang karirnya menjadi orang terpilih di pasukan khusus kapal selam Indonesia.

Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II sekaligus Mantan Komandan KRI Nanggala 402 itu kini tinggal di Jalan Paseh, Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Afin Pulang Dulu Yah Pamit Putra Serda Dwi Nugroho Tabur Bunga KRI Nanggala: Ayah Udah di Surga

Baca juga: TERPUKUL Ditinggal Suami, Istri Operator Radar KRI Nanggala Tak Mau Makan 2 Hari, Paman: Gak Kuat

Ilustrasi Detik-detik proses bagaimana gambaran kapal selam Nanggala KRI 402 tenggelam (Kolase TribunStyle.com/YouTube Kostack Studio/Instagram)

Berikut rangkuman fakta selengkapnya tentang Kolonel Iwa Kartiwa dilansir dari Kompas.com (grup SURYA.co.id).

1. Kondisi kesehatan tak membaik

Iwa selama ini dikenal sebagai perwira Angkatan Laut di kampung halamannya Tasikmalaya.

Iwa merupakan adik kandung kelima dari mantan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Purnawirawan Anton Charliyan.

Kondisi kesehatannya sampai sekarang tak membaik dan hanya bisa berbaring dengan kondisi tak berdaya dengan diurus oleh istri dan anak-anaknya.

"Iya, Iwa itu adik kandung saya dan dia juga sebagai salahsatu petugas pelopor kapal selam di Indonesia.

Iwa sekarang terbaring sakit dan saat mendengar insiden KRI Nanggala 402, kami langsung nangis.

Namun, mereka sudah tahu risiko pasukan khusus kapal selam itu gadaikan hidupnya dengan maut," jelas Anton kepada Kompas.com saat dihubungi via telepon whatsapp, Jumat (30/4/2021).

Halaman
1234