Masih Pandemi Virus Corona, Putra Mahkota Arab Saudi Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Videonya

Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menerima vaksinasi Covid-19 pertamanya

TRIBUNSTYLE.COM - Masih dalam masa pandemi virus corona, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman telah menerima vaksin Covid-19.

Mohammed bin Salman disuntik vaksin pertamanya itu pada Jumat, (25/12/2020).

Hal tersebut diketahui dari laporan Saudi Press Agency (SPA) dan diunggah di akun Twitter @Spa_Eng.

Baca juga: Vaksin Sinovac Telah Diuji Coba di Turki dan Brasil, Disebut 91% Efektif Melawan Covid-19

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Bakal Jadi Penyelamat? Ini 10 Penyakit yang Berhasil Ditangani dengan Vaksin

Media pemerintah tersebut melaporkan, pangeran sebagai penguasa de facto kerajaan Saudi divaksinasi oleh Kementerian Kesehatan Saudi.

Tercatat sejauh ini Arab Saudi telah melaporkan ada 361.903 kasus Covid-19, termasuk 178 kasus terdeteksi dalam 24 jam terakhir.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menerima vaksinasi Covid-19 pertamanya (Tangkap layar Twitter @Spa_Eng)

Sedangkan total kematian di Arab Saudi tercatat sebanyak 6.168 jiwa.

Angka tersebut termasuk 9 kematian baru pada hari sebelumnya.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi satu dari beberapa pemimpin dunia yang telah menerima dosis pertama vaksin.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan presiden terpilih Joe Biden juga telah divaksin.

Proses vaksinasi tersebut juga disiarkan di televisi.

Sebelumnya diberitakan, vaksin Covid-19 sudah mulai disebar, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence juga menerimanya, ini yang ia rasakan.

Pada Jumat (18/12/2020), Mike Pence menerima suntikan vaksin Covid-19.

Diketahui, vaksin yang disuntikkan ini merupakan vaksin Pfizer-BioNTech.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Gratis, Ini 6 Jenis yang akan Digunakan di Indonesia, Sinovac hingga Moderna

Baca juga: DAFTAR LENGKAP Vaksin Covid-19 Gratis, Cara Penggunaan dan Siapa Saja yang Mendapat Prioritas, Cek!

Saat itu pula, vaksin yang disuntikkan ke Pence disiarkan secara langsung di televisi.

Pence menerima vaksin dan disiarkan langsung ini berada di pavilium Gedung Putih.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence (Kolase TribunStyle.com/Wikipedia)

Sementara itu, presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, dijadwalkan menerima vaksin pada Senin besok, sebagaimana dilansir dari AFP via Kompas.com.

Pence pun mengungkapkan keadaannya setelah mendapatkan vaksin tersebut.

"Membangun kepercayaan pada vaksin itulah yang membawa kita ke sini pagi ini," kata Pence.

"Saya tidak merasakan apa-apa," lanjutnya.

Selain wakil presiden, sang istri, Karen Pence juga mendapatkan vaksin yang sama saat itu.

Pejabat kesehatan masyarakat terkemuka di Amerika Serikat serta Ahli Bedah Jerome Adams juga divaksinasi dengan vaksin yang sama.

Acara penting suntik vaksin ini pun juga dihadiri oleh pejabat tinggi dan Direktur CDC Anthony Fauci dan Robert Redfield.

Satu-satunya pejabat tinggi Amerika Serikat yang tak hadir dalam acara tersebut adalah Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak berencana divaksin dalam waktu dekat.

Alasannya, keyakinan bahwa kesembuhan dari serangan Covid-19 yang singkat namun parah telah memberinya kekebalan.

"Dia akan menerima vaksin segera setelah tim medisnya menentukan yang terbaik," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany.

"Tetapi prioritasnya adalah pekerja garis depan, mereka yang berada di fasilitas perawatan jangka panjang," lanjutnya.

Ilustrasi vaksin (Instinct Magazine)

Sementara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi, Demokrat tertinggi di Kongres dan Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell juga divaksinasi pada Jumat.

Pelosi mengatakan, pemakaian masker dan menjaga jarak harus tetap dilanjutkan saat vaksin didistribusikan.

Selain itu, McConnell mengungkapkan bahwa vaksin menjadi obat yang bisa mengalahkan Covid-19.

"Vaksin adalah cara kami mengalahkan virus ini," kata McConnell.

(TribunStyle.com/Nafis)

Baca juga: Muncul Virus Corona Varian Baru, Inggris Lakukan 10.000 Tes Covid-19 untuk 4.500 Pengemudi Truk

Baca juga: 40 Negara Blokir Inggris, Virus Corona Jenis Baru Disebut Lebih Menular dan Timbulkan Kepanikan