Profil Stephen Chow, Aktor dan Produser Film Kondang Hong Kong yang Bangkrut Akibat Covid-19

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Delta Lidina Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktor Stephen Chow.

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah profil Stephen Chow, aktor, sutradara, serta produser film kondang Hong Kong yang bangkrut akibat pandemi Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, Stephen Chow mengalami keterpurukan lantaran bangkrut.

Ia disebut mengalami kebangkrutan hingga memiliki utang dengan nilai yang mengejutkan.

Tak tanggung-tanggung, utangnya mencapai 47,4 juta dollar AS atau sekitar hampir Rp 700 miliar.

Kebangkrutan Stephen Chow itu tentu tak lepas dari imbas pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, virus corona telah menjungkirbalikkan roda perekonomian dunia, termasuk industri film.

Baca juga: 5 Fakta Stephen Chow Bangkrut dan Berutang Rp 697 Triliun hingga Dituntut Mantan Kekasih

Baca juga: Aktor Shaolin Soccer, Stephen Chow Bangkrut dan Punya Utang Sampai Rp 700 Miliar, Ini Kisahnya

Stephen Chow. (SCMP)

Padahal, sebelumnya, Stephen Chow dikenal sebagai aktor dan produser yang boleh dibilang legendaris.

Film-film besutannya tak hanya populer di Hong Kong atau China, tapi juga di skala internasional.

Meski begitu, popularitasnya itu bukan didapatkan secara instan.

Nah, dihimpun dari berbagai sumber, inilah profil dan perjalanan karier Stephen Chow selengkapnya.

Biodata Stephen Chow

Stephen Chow adalah aktor, produser, serta pembuat film Hong Kong yang lahir pada 22 Juni 1962.

Ia lahir dari pasangan Ling Po Tee dan Chow Yik Sheung, dengan nama aslinya yakni Chow Sing Chi.

Chow memiliki seorang kakak perempuan bernama Chow Man Kei dan seorang adik perempuan bernama Chow Sing Ha.

Selain pembuat film, ia juga dikenal sebagai seniman bela diri.

Oleh karenanya, film-film Stephen Chow tak jauh dari seni bela diri China, kungfu.

Ketika berusia sembilan tahun, dia melihat film Bruce Lee The Big Boss, yang menginspirasinya untuk menjadi bintang seni bela diri.

Film-film Stephen Chow banyak berisi humor, sehingga membuatnya dijuluki 'Raja Komedi' oleh pers Hong Kong.

Perjalanan Karier

Setelah lulus sekolah menengah, Chow diterima di kelas akting TVB, salah satu stasiun televisi Hong Kong.

Mulai dari sinilah, karier keaktorannya bermula, yakni sebagai aktor sementara televisi.

Lulus dari kelas akting TVB pada tahun 1982, Chow mulai menemukan beberapa kesuksesan dengan program anak-anak 430 Space Shuttle.

Pada tahun 1988, Chow memasuki industri film melalui film Final Justice, yang memenangkannya Taiwan Golden Horse Award untuk Aktor Pendukung Terbaik.

Dekade berikutnya, ia muncul di lebih dari 40 film.

Fight Back to School (1991) menjadi film Hong Kong terlaris sepanjang masa.

Pada tahun 1994, ia mulai mengarahkan film, dimulai dengan From Beijing with Love.

Ia pun mulai meramaikan industri perfilman di China dan muncul sebagai Fenomena Stephen Chow.

Stephen Chow saat membintangi Shaolin Soccer. (Tangkap layar YouTube)

Ia juga mengajak aktor-aktor Hong Kong dan China legendaris dalam film-filmnya.

Salah satu film yang fenomenal adalah Shaolin Soccer.

Film yang rilis tahun 2001 itu diberi sentuhan CGI yang terbilang sangat canggih pada masa itu.

Lewat Shaolin Soccer, Chow memenangkan Sutradara Terbaik dan Aktor Terbaik di Penghargaan Film Hong Kong 2002.

Tiga tahun berselang, tak kalah sukses, Chow membuat film Kung Fu Hustle.

Chow juga memenangkan Sutradara Terbaik di Taiwan Golden Horse Awards dan Best Picture of Imagine Film Festival serta dua puluh penghargaan internasional.

Pada tahun 2016, Stephen Chow tercatat sebagai Sutradara Hollywood dengan pendapatan kotor tertinggi kesembilan.

Terlilit Utang hingga Bangkrut

Masalah keuangan Stephen Chow diduga bermula pada 2012 ketika Manfung mengakhiri hubungannya dengan Chow yang sudah berjalan selama 13 tahun.

Saat hubungan itu berakhir pada 2010, Manfung mengajukan gugatan kepada Chow sebesar 14 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 206 miliar.

Jumlah itu diklaimnya sebagai utang komisi dari Chow atas penjualan rumah mewah di The Peak Hong Kong.

Karena Chow telah tinggal di rumah itu, Manfung merasa dia seharusnya berhak atas bayaran 10 persennya, yang berarti sekitar 80 juta dollar Hong Kong atau Rp 151 miliar.

Stephen Chow dan Alice Yu Man-fung. (SCMP)

Tak hanya kepada sang mantan kekasih, Stephen Chow dilapokan juga mempunyai gunungan utang kepada investor.

Pada 2016, ia menandatangani "Perjanjian Taruhan" di mana investor berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 230 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun di perusahaannya dan dijamin mendapatkan keuntungan sebesar 180 juta dollar AS atau Rp 2,6 triliun setelah empat tahun.

Menurut sumber, segala sesuatunya berjalan cukup lancar dalam tiga tahun pertama, dengan perusahaan mencatat keuntungan total sebesar 117 juta dollar AS atau Rp 1,7 triliun.

Namun, pada tahun keempat, investor hanya menerima 30 juta dollar AS atau Rp 441 miliar.

Penghasilan untuk kuartal pertama pada 2020 belum dihitung, tetapi sudah terprediksi negatif.

Pada Juni 2020, ada laporan bahwa Stephen Chow telah menggadaikan rumahnya di puncak bukit dan tidak akan memiliki masalah untuk membayar utangnya.

Ada juga pembeli yang tertarik dengan rumahnya yang seharga 198 juta dollar AS atau Rp 2,9 triliun, tetapi Chow tidak tergerak untuk menjualnya. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh/Amir)

Baca juga: Profil Sana Khan, Aktris Bollywood yang Putuskan Berhijrah, Awalnya Modeling Hingga ke Layar Lebar

Baca juga: Profil Kim Sae Ron, Aktris Cantik yang Mundur dari Drama Dear M