Lidya mengaku sampai sekarang masih membutuhkan bimbingan psikologis.
Ia melakukan itu untuk mengembalikan rasa percaya diri dan memberikan keyakinan bahwa dunia luar tidak semengerikan yang dibayangkan.
"Lebih untuk membangkitkan semangat lagi dan untuk meyakinkan diri bahwa ya kondisi di luar itu tidak seseram dan tidak se-ekstrem yang aku bayangkan," ujar Lidya dikutip dari Beepdo, Rabu (30/9/2020).
Lidya mengaku masih trauma sampai sekarang dan membutuhkan bimbingan psikologis untuk itu.
"Masih ada trauma, masih ada beberapa hal yang membuat syok, takut," ucap perempuan 33 tahun itu.
"Sedikit-sedikit masih ada (rasa takut), makanya bimbingan secara psikis masih diperlukan," tambahnya.
Ke depannya, Lidya berharap bisa memperbaiki mental dan batinnya sehingga dapat hidup serta beraktivitas seperti orang normal lainnya.
Bekerja di bidang hukum
Lidya Pratiwi kini diketahui menjalani pekerjaan di bidang hukum selama beberapa tahun belakangan karena pengalamannya.
"Karena berjalannya dari 14 tahun yang lalu kan dalam proses hukum banyak belajar," kata Lidya Pratiwi.
"Jadi, akhirnya ada tawaran untuk mencoba berkecimpung di dunia hukum itu, 'oke deh kenapa enggak saya coba'," tambahnya.
Tujuan Lidya terjun ke dunia hukum agar tidak buta hukum dan untuk membantu orang-orang yang sama sepertinya dulu.
Meskipun diakui kalau ia tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum.
"Supaya enggak buta hukum lagi seperti dulu, supaya banyak membantu teman-teman lain atau siapapun. Ya, memang tidak ada title lawyer," ujar Lidya Pratiwi.
Lidya hanya berharap pengalamannya dahulu bisa membantu memberi sedikit pencerahan seputar hak seseorang saat mereka terlibat masalah hukum.