Ketika gedung itu terbakar, Li bergegas menyelamatkan orang di dalam apartemen tersebut.
Ia masuk dan muncul dengan seorang pria paruh baya.
Begitu pria tua itu diselamatkan, Li segera kembali ke masuk gedung.
Ia kembali ke luar bersama istri pria tersebut.
Pria yang berhasil diselamatkan itu mengatakan bahwa anak perempuannya yang cacat masih berada di dalam gedung.
Ia memohon agar anaknya itu agar ikut diselamatkan.
• Move On dari Olivia, Putri Nia Daniaty, Anggota TNI Ini Sukses Nikahi Gadis Cantik Asal Palembang
• Jarang Terekspos, Rama Yohannes Anak Mendiang Suzanna yang Jadi Prajurit TNI, Ini Foto-fotonya
Anak peremuan itu menderita cerebral palsy yang tak bisa bergerak dari tempat tidurnnya.
Tanpa memikirkan keamananya sendiri, Li kembali masuk ke dalam.
Sayangnya, dia tak kembali lagi.
Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Shanghaiist, Senin (5/3/2018), setelah kebakaran berhasil dipadamkan, petugas menemukan mayat Li sedang mengendong anak tersebut.
Mayat Li masih utuh, hanya saja dia terjebak dan meninggal karena terlalu banyak menghirup asap.
Li telah bekerja selama 23 tahun jadi tentara.
Ketika ditilik arsip pribadinya terungkap alasan Li bergabung menjadi tentara pada 2012 silam.
Ketika ditanya mengapa bergabung dengan tentara, dia menjawab ingin menjadi seseorang yang "berguna bagi masyarakat
".
Dia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.