TRIBUNSTYLE.COM - Inilah sosok menarik Ibnu Sutowo yang ternyata bukan orang sembarangan di Indonesia.
Ibnu Sutowo dikenal sebagai direktur utama Pertamina pertama di Indonesia.
Ibnu Sutowo juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci awal berdirinya Pertamina.
Selain itu siapa sangka Ibnu Sutowo ternyata adalah kakek dari suami artis cantik Dian Sastro, Maulana Indraguna Sutowo.
Nama Ibnu Sutowo kala itu tak langsung tenar sebagai pendiri Pertamina.
Kakek Maulana Indraguna Sutowo ini ternyata adalah seorang dokter.
• POPULER Dian Sastrowardoyo hingga Celine Evangelista, 5 Seleb Ini Masih Garis Keturunan Pahlawan
• Dian Sastro Unggah Foto Jadul di Malam Sebelum Pernikahan, Eva Celia Salah Fokus Aku Kira Mamaku
Ya, dari seorang dokter nyatanya kakek mertua Dian Sastro ini mampu menjabat sebagai dirut pertama Pertama di tahun 1968.
Sebelum menjadi Pertamina atau nama resminya PT Pertamina ( Persero ) merupakan sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
Sejak Pertamina awal berdiri 1968 hingga saat ini, sudah ada 15 direktur utama yang menjabat.
Perusahaan itu dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.
Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada 2013.
Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada 2001.
Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.
Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957.
Penggabungan ini terjadi pada 1968.
• Jadi Pembimbing Skripsi Dian Sastro, Terungkap Alasan Rocky Gerung Tak Mau Beri Nilai saat Sidang
Siapa sebenarnya Ibnu Sutowo
Ibnu Sutowo merupakan pendiri Permina (cikal bakal PT Pertamina).
Pria ini merupakan kakek dari Maulana Indraguna Sutowo, suami artis cantik Dian Sastro.
Ini nanti juga yang akan menjelaskan mengapa keluarga itu memiliki kekayaan melimpah.
Ibnu Sutowo merupakan tokoh pendiri PN Permina (cikal bakal Pertamina, sebelum dilebur dengan Pertamin).
Dia lahir di Yogyakarta, 23 September 1914 lalu meninggal di Jakarta, 12 Januari 2001,
Melansir wikipedia, selepas pendidikan kedokteran di Surabaya, pada 1940 Ibnu Sutowo bekerja sebagai dokter di Palembang dan Martapura.
Ya, Ibnu Sutowo merupakan seorang dokter.
Setelah masa kemerdekaan, ia bertugas sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Tentara se-Sumatra Selatan (1946-1947).
Pada 1955, Sutowo ditunjuk sebagai Panglima TT-II Sriwijaya.
Selepas itu, kariernya di perusahaan plat merah dimulai.
Pada 1957, Jenderal AH Nasution yang saat itu KSAD menunjuk Sutowo untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatra Utara (PT Permina.
Kemudian pada 1968, perusahaan ini digabung dengan perusahaan minyak milik negara lainnya menjadi PT Pertamina.
Ibnu Sutowo menjadi Direktur Utama Pertamina pada 1968-1976.
Kekayaan Rp 90 miliar pada tahun 1970
Pada zaman itu, Ibnu Sutowo merupakan satu di antara tokoh yang terpandang.
Pada pada 30 Januari 1970, Harian Indonesia Raya pimpinan Mochtar Lubis memberitakan simpanan Ibnu Sutowo pada saat itu mencapai Rp 90,48 miliar (kurs rupiah saat itu Rp 400/dolar).
Koran itu juga menuliskan kerugian negara akibat kongkalikong Ibnu dan pihak Jepang.
Saat itu, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Suharto membentuk tim yang bernama Komisi Empat untuk menyelidiki dugaan korupsi di Pertamina.
Tim ini menghasilkan laporan yang menyimpulkan terjadinya beberapa penyimpangan-penyimpangan.
Pada 1975, Pertamina jatuh krisis.
Kemudian pada 1976 Ibnu mengundurkan diri sebagai Dirut Pertamina.
Saat ditinggalkan Ibnu, Pertamina dalam kondisi utang US$ 10,5 miliar.
Setelah tidak menjadi direktur utama Pertamina, Ibnu Suwoto masuk ke PT Golden Mississippi.
Sejak Pertamina awal berdiri 1968 hingga saat ini, sudah ada 15 direktur utama yang menjabat.
Perusahaan itu dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara.
Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada 2013.
Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada 2001.
Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.
Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957.
Penggabungan ini terjadi pada 1968.
• POPULER Bukan Orang Sembarangan, Ternyata Ini Pekerjaan Ayah Iqbaal Ramadhan, Petinggi Pertamina
Berikut adalah daftar Direktur Utama Pertamina:
No Nama Awal Jabatan Akhir Jabatan
1. Ibnu Sutowo
1968 - 3 Maret 1976
2. Piet Haryono
3 Maret 1976-15 April 1981
3. Joedo Soembono
15 April 1981-16 Juli 1984
4. A.R. Ramli
16 Juli 1984-19 Agustus 1988
5. Faisal Abda'oe
19 Agustus 1988- 6 Juni 1996
6. Soegijanto
6 Juni 1996-7 Desember 1998
7. Martiono Hadianto
7 Desember 1998-28 Februari 2000
8. Baihaki Hakim
28 Februari 2000- 16 September 2003
9. Ariffi Nawawi
17 September 2003-11 Agustus 2004
10. Widya Purnama
11 Agustus 2004-8 Maret 2006
11. Ari Hernanto Soemarno
8 Maret 2006-5 Februari 2009
12. Karen Agustiawan
5 Februari 2009-1 Oktober 2014
Plt Direktur-Utama Muhammad Husein
1 Oktober 2014- 28 November 2014
13. Dwi Soetjipto
28 November 2014-3 Februari 2017
Plt Direktur Utama Yenni Andayani
3 Februari 2017-16 Maret 2017
14. Elia Massa Manik
16 Maret 2017-19 April 2018
Plt Direktur Utama Nicke Widyawati
19 April 2018-30 Agustus 2018
15. Nicke Widyawati
30 Agustus 2018-Petahana
Menarik bukan kisah dari Ibnu Sutowo, direktur utama Pertamina yang pertama.
Sekarang sudah tahu kan siapa keluarga Sutowo dan hubungannya dengan Dian Sastro.
Sebagian artikel ini sudah tayang di TribunJambi.com dengan judul Siapa Sebenarnya Ibnu Sutowo, Kekayaan Dirut Pertamina 1968 Melimpah-limpah, Kakek Suami Dian Sastro