Sederet Kasus John Kei, dari Pembunuhan, Kerusuhan di Lapas, hingga Pernah Lolos dari Jeratan Hukum

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sederet kasus John Kei, mafia berjuluk Godfather of Jakarta

Pada 11 Agustus 2008, John Kei ditangkap bersama adiknnya, Tito Refra, oleh Densus 88 di Kota Tual, Maluku Tenggara (Kompas edisi 12 Agustus 2008).

Mereka divonis delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya karena menganiaya dua pemuda, Charles Refra dan Remi Refra.

Akibat penganiayaan tersebut, jari kedua pemuda itu putus.

John Kei berpose kepada wartawan usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda pembacaan vonis, Kamis (27/12/2012). (Tribunnews/Herudin)

3. Peristiwa 'Ampera Berdarah', 2010

Lagi-lagi nama John Kei menjadi sorotan lantaran para loyalisnya membuat keributan pada 4 April 2010.

Massa John Kei bentrok di klub Blowfish dengan massa Thalib Makarim dari Ende, Flores.

Perseteruan antara massa dari Flores dengan loyalis John kembali terjadi saat persidangan kasus Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 29 September 2010.

Bentrokan tersebut disertai dengan suara tembakan dan dikenal dengan peristiwa 'Ampera Berdarah'.

Akibat peristiwa itu, dua kelompok John Kei tewas, dan adiknya, Tito, mendapat luka tembak nyaris masuk ke jantung tapi berhasil selamat.

4. Pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung, 2012

Terakhir kali John Kei dipenjara disebabkan kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung.

Dikutip dari Tribunnews.com, nyawa Ayung dihabisi di sebuah kamar hotel 2701 di kamar Swiss-Belhotel, Sawah Besar pada 27 Januari 2012 lalu.

Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhi hukuman kepada John Kei atas kasus pembunuhan tersebut menjadi 16 tahun, dua tahun lebih lama dari tuntutan jaksa.

Pada 2014, John Kei dipindah dari Rumah Tahanan Negara Salemba Jakarta ke Lapas Permisan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Penangkapan John Kei atas keributan di perumahan Green Lake City. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

5. Kerusuhan di dalam Lapas Nusakambangan, 2017

Halaman
1234