Semoga gk terjadi sperti masa lalu," tulis akun @nongyomis24.
Hal serupa juga diungkapkan oleh banyak pengguna Twitter lainnya.
"Bisa2 nya provinsi dengan kasus positif covid-19 terbanyak di indo, mengadakan cfd (corona free day), lo juga yg ikut pasti cuma buat insta story, cuci mata doang kan, olahraga bisa dimna aja kali, lari muterin rumah 50x juga udh cape lu," tulis @FabilFahrian.
Adapun warganet yang berprofesi sebagai petugas medis turut memberikan komentar.
"Disaat orang" cfd'an, gua masih disini di tempat yg sama nyambut kalian..
Happy CFD (corona free day) semua, ditunggu kedatangannya yaa," cuit @AzizatilNurul.
Masyarakat Lupa Jaga Jarak Fisik
Melalui video konferensi BNPB, Minggu (21/6/2020), juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyinggung CFD di Jakarta yang menimbulkan kerumunan.
Menurutnya, dengan dibukanya CFD dan menimbulkan kerumunan massa, masyarakat lupa akan pentingnya menjaga jarak atau physical distancing.
"Kami melakukan pemantauan di beberapa tempat seperti pelaksanaan CFD di Jakarta, masih kita lihat beberapa masyarakat lupa bahwa physical distancing penting. Ini yang kami mohon untuk evaluasi kita bersama," tutur Yurianto.
Ia menegaskan, jaga jarak satu sama lain mutlak dilaksanakan setiap orang untuk mencegah penularan Covid-19.
Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen (Pol) Rusdianto, mengungkapkan hasil tes cepat atau rapid test Covid-19 lima orang di CFD Jakarta Minggu pagi tadi berstatus reaktif.
“Rapid test tadi yang ikut tes 600 orang, reaktif 5 orang,” ungkap Rusdianto. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
• Sepeda Dianggap Moda Alternatif Selama New Normal, Jakarta akan Sediakan Jalan Tol bagi Pesepeda
• 4 Tips Agar Mampu Beradaptasi Dengan Kenormalan Baru atau New Normal