Tokoh Viral Hari Ini

Profil Belva Devara, CEO Ruang Guru yang Pilih Mundur dari Stafsus Jokowi, Sukses di Usia Muda

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Belva Devara CEO Ruang Guru

Pada tahun 2014, ia langsung mendaftar di Harvard University dengan mengambil jurusan Public Policy (kebijakan publik) dan  lagi-lagi mendapatkan beasiswa penuh.

Tidak hanya mempelajari kebijakan publik, ia juga mengambil beberapa mata kuliah di fakultas lain seperti Harvard Law School, Harvard Graduate School of Education, dan Harvard Medical School.

Selain itu, ia juga sempat merasakan pengalaman belajar perencanaan tata kota di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Belva juga sempat terdaftar sebagai peneliti tamu di Ash Center for Democratic Governance and Innovation selama berkuliah di Harvard.

3. Perjalanan karier

Usai menamatkan seluruh pendidikannya, Belva memilih bekerja sebagai konsultan untuk perusahaan ternama, McKinsey & Co.

Di sana, ia menangani beragam klien yang datang dari berbagai bidang usaha seperti minyak dan gas, pendidikan, kesehatan masyarakat, barang konsumsi sampai telekomunikasi.

Tercatat, Belva bekerja selama dua tahun di McKinsey & Co.

Hingga saat dirinya tengah menghadapi tes untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang pascasarjana, Belva sempat kesulitan mencari mencari guru privat online yang sesuai dengan kebutuhannya.

Saat itu, ia juga bersama sahabatnya yang bernama Iman Usman.

Dari pengalaman itu, mereka berdua menyadari betapa sulitnya hal tersebut.

Dari sinilah, keduanya kemudian mendirikan Ruang Guru, yang kemudian menjadi sebuah terobosan di Indonesia.

4. Ruang Guru

Pada tahun 2016, Belva kembali ke tanah air dan memutuskan untuk fokus pada perusahaan start-up nya, Ruang Guru.

Ia bersama Iman Usman mengembangkan Ruang Guru menjadi platform teknologi edukasi terbesar di Indonesia.

Halaman
1234