TRIBUNSTYLE.COM - Berita viral hari ini - Pemakzulan Donald Trump resmi di level DPR Amerika Serikat. Bertepatan dengan Bill Clinton yang juga dimakzulkan pada (19/12/1998).
Ketua DPR AS Nancy Pelosi menyatakan, ini adalah "hari menyedihkan bagi Amerika" setelah Presiden Donald Trump resmi dimakzulkan.
Dalam sidang paripurna yang berlangsung Rabu malam (18/12/2019), DPR AS mengesahkan dua pasal pemakzulan terhadap presiden ke 45 Amerika berusia 73 tahun itu.
Dilansir dari CNN melalui Kompas.com, dua pasal pemakzulan itu adalah Penyalahgunaan Kekuasaan dan Upaya Menghalangi Penyelidikan Kongres AS.
Kedua artikel itu memperoleh dukungan di atas 216 kursi yang merupakan syarat minimal agar Trump bisa dimakzulkan di level DPR AS.
• Tak Hadiri Acara Kunjungan Donald Trump di Inggris, Kemanakah Meghan Markle dan Pangeran Harry?
• Ngebet Berpolitik, Kanye West Siap Nyalon jadi Presiden Amerika Serikat 2024, Gantikan Donald Trump?
Dalam konferensi pers seusai pemilihan, Nancy Pelosi menyatakan hari itu merupakan hari "penting bagi Konstitusi AS".
"Namun di saat bersamaan, ini adalah hari yang menyedihkan bagi Amerika," terang politisi asal Partai Demokrat itu.
Pelosi menerangkan, mereka sudah berjuang sebaik mungkin supaya generasi mendatang tetap memandang demokrasi seperti yang diinginkan Bapak Pendiri Bangsa.
Komentar Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding, pemakzulan yang terjadi terhadap dirinya adalah "serangan terhadap AS".
Pada Rabu waktu setempat (18/12/2019), DPR AS menggelar sidang paripurna untuk meloloskan dua pasal yang dipakai memakzulkan sang presiden.
• Kaleidoskop November 2019 - Gadis Viral Menikahi Pria Afrika, Kini Pamer Foto-foto Bareng Suami
• Viral Video Bayi Menangis di Samping Jenazah Sang Ibu, Beri Pesan Terakhir: Kau Tetap Anak Kecilku
Dua pasal pemakzulan itu adalah penyalahgunaan kekuasaan, dan upaya menghalangi penyelidikan yang dilakukan Kongres AS.
Setelah sesi debat yang dipaparkan kedua kubu, dua pasal itu diprediksi bakal lolos karena Demokrat menjadi mayoritas.
Dilansir dari AFP, Donald Trump pun merespons sidang paripurna itu dengan serangkaian kicauan di Twitter.
Di mana dia menuduh Demokrat melakukan kebohongan: